Pasar jadi Magnet Politik Pilpres 2019 | OPINI.id

Saat kampanye Pilpres 2019, Capres nomor urut 01, Joko Widodo, dan Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, gencar menyambangi pasar tradisional atau pasar rakyat. Mereka seolah saling 'bersahutan' soal harga bahan pokok.

Mengapa harus kampanye ke pasar?

Jadi magnet politik

Tak hanya dalam kampanye Pilpres 2019 kali ini saja, pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi kerap melakukan blusukan kepasar-pasar tradisional. Belakangan model blusukan ke pasar tradisional ini dilakukan juga oleh calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Uno. Kampanye ke pasar memang jadi tempat favorit, karena model kampanye dengan cara turun langsung ketengah-tengah masyarakat ini, seperti dipasar-pasar tradisional, dinilai sangat efektif menarik simpati masyarakat. Selain itu, pasar tradisional juga jadi magnet politik tersendiri bagi capres-cawapres. Tak heran mereka masuk ke wilayah tersebut karena ada denyut nadi perkonomian.

Sama-sama memperhatikan kondisi ekonomi

Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan berbagai survei memang menyatakan bahwa ekonomi menjadi salah satu permasalahan utama negara kita. Hingga kegiatan kampanye di pasar tradisional merupakan bagian dari upaya untuk menjawab persoalan ekonomi yang tengah dihadapi bangsa. Ia menilai Jokowi dan rivalnya, Sandiaga, menawarkan cara pandang yang berbeda. Jokowi, selalu meyakinkan masyarakat bahwa harga kebutuhan pokok terjangkau. Sementara Sandiaga melontarkan pernyataan yang berbeda. Namun keduanya sama-sama sangat memperhatikan kondisi ekonomi.

Mengapa harus pasar tradisional?

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengatakan, pasar tradisional merupakan arena interaksi masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari kalangan bawah hingga atas. Menurutnya, blusukan langsung ke pasar-pasar tradisional, membuat capres-cawapres bisa mengetahui langsung harga-harga barang apa saja yang naik atau turun. Selain itu, juga bisa mengetahui geliat perekonomian yang terjadi di masyarakat. Di pasar tradisional atau pasar rakyat ini juga terjadi interaksi alamiah, tidak direkayasa, tidak dimobilisasi sekaligus menjangkau banyak orang tanpa menggelar pertemuan resmi. Hingga bisa melihat dan berkomunikasi langsung tentang bagaimana kebutuhan masyarakat. Kondisi ini jadi model kampanye yang sangat efektif.

Strategi kampanye di pasar-nya lebih keren sapa nih?
Jokowi
Sandiaga
Dua-duanya biasa aja
7 votes

Komentar

Fresh