Cekcok Beda Capres di Medsos Berujung Maut | OPINI.id


Di Sampang, Jawa Timur seorang pria tewas diberikan timah panas di dada kirinya hanya karena beda capres nyawa pun melayang.

Cuma Karena Beda Pendapat Nyawa Melayang

Siapa sangka hanya karena berbeda pilihan calon presiden saja, di masa kampanye jelang Pilpres 2019 ini ada orang yang nyawanya melayang.Kejadian ini terjadi di Sampang, Madura. Subaidi tewas ditangan temannya bernama Idrus lantaran berbeda pandangan politik. Awal mula kejadian, dalam akun medsosnya Subaidi mengunggah foto dengan status: "Siapa pendukung capres ini akan merasakan pedang ini." Lantas Idrus pun mengomentarinya,"Saya ingin merasakan tajamnya pedang itu." Cekcok dukungan capres di medsos pun lanjut ke dunia nyata. Alhasil, Subaidi pun tewas ditangan Idrus. Ya, Idrus menembak mati Subaidi dengan senjata rakitan miliknya yang berhasil menembus dadanya. Korban pun tewas seketika.

Media Sosial Memang Bikin Rusuh

Di era kampanye Pilpres 2019, memang gak bisa dipungkiri kalau media sosial jadi alat propaganda. Bahkan sebagian besar kabar hoax juga datang dari medsos. Gak heran kalau akhirnya banyak korban dari media sosial terkait perbedaan dukungan capres dan cawapres jelang pilpres 2019. Menanggapi kasus yang terjadi di Sampang, Madura Jatim. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika lebih ketat memilah dan menindak postingan di media sosial yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan perseteruan masyarakat sehubungan dengan calon presiden (capres) dalam pilpres 2019. Sumber tempo.

Apakah wajib dikeluarkan aturan untuk memblokir media sosial selama masa kampanye Pilpres 2019 ini biar lebih sehat?
Wajib biar adem ayem
Gak wajib, kurang seru
629 votes

Komentar

Fresh