Dilema Jokowi Jadi Presiden Petahana | OPINI.id

Ada plus minusnya Jokowi menjadi presiden petahana di tahun politik jelang Pilpres 2019.

Dianggap Kesempatan Dalam Kesempitan

Jika ada beberapa kebijakan barunya yang akan menguntungkannya di Pilpres 2019 nanti, ternyata jadi presiden petahana itu juga ada sisi minusnya. Masih ingat kan tragedi gempa bumi 6,4 sR di Lombok? Sehari setelah gempa, Jokowi langsung meninjau salah satu lokasi yang terkena dampak gempa cukup parah di Kabupaten Lombok Timur. Jokowi pun berjanji akan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta kepaa para korban gempa. Dari sisi jabatan sebagai kepala negara, jelas Jokowi wajib bertanggung jawab pada warganya yang terkena bencana, termasuk memberikan bantuan. Tapi, di sisi lain sebagai calon presiden petahana di Pilpres 2019, Jokowi justru dianggap 'curi start' kampanye karena memberikan bantuan tersebut kepada korban gempa, galau kan?

Dilematis Tapi Sebenarnya Menguntungkan

Meskipun ada sisi dilematisnya, tapi menjadi presiden petahan ternyata banyak untungnya loh. Menurut pengamat politik Universitas Padjajaran, Firman Manan. Posisi Jokowi itu menguntungkannya dalam gelaran Pilpres 2019. Dia bisa bertindak dalam satu kapasitas, yakni presiden sekaligus capres. Jokowi bisa 'menyelipkan' program kerjanya sebagai ajang promosi capres.

Jadi petahana menguntungkan gak menurutmu?
Menguntungkan dong
Gak, malah dilema
328 votes

Komentar

Fresh