Kerja Jelek,Jokowi Malah Naikan Tunjangan PNS | OPINI.id

Tanpa memihak kubu Prabowo-Sandi dan Jokowi-MarufAmin, kira-kira seperti inilah keadaan politik Indonesia.

Jelang Pilpres 2019, ada beberapa kebijakan Jokowi yang mungkin bisa menguntungkan dirinya saat pencoblosan nanti. Tapi yaudahlah sih, namanya juga politik, iya gak?

Strategi Menguntungkan Ala Jokowi

Banyak cara untuk meraih simpati di masa kampanye Pilpres 2019 ini. Capres nomor urut 01, Jokowi salah satunya. Capres petahana ini malan menaikkan tunjangan kinerja untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di empat kementerian. Gak hanya itu saja, bahkan sebelumnya Pak De Jokowi juga menggelontorkan bonus bagi aparatur sipil negara jelang tahun Pemilu 2019. Kali ini, ada empat kementerian yang ketiban rezeki. Kemenhub, Kemenperin, Kementan, dan Kemendag adalah empat kementerian yang kena rezeki nomplok dari Jokowi. Waduh, bisa aja Jokowi ya strategi cantiknya raih simpati.

Ekonomi Sulit, Jokowi Malah Naikan Tunjangan PNS

Keputusan Jokowi untuk menaikkan tunjangan PNS di empat kementerian menuai protes. Salah satunya dari Ekono dan Wakil Direktur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listyanto. Menurutnya, dalam situasi ekonomi yang memang sedang sulit ini, pemerintah harusnya punya rasa keadilan karena banyak pelaku usaha swasta yang lagi mengencangkan ikat pinggang dalam melalui situasi ini. Belum lagi ditambah masalah BPJS kesehatan yang masih defisit belasan triliun sampai saat ini. Hingga keputusan untuk menaikkan tunjangan PNS bukanlah solusi tepat. Apalagi jika kebijakan ini dibuat tidak berdasarkan kinerja. Dalam artian, harusnya kementerian yang mendapatkan kenaikan tunjangan kinerja justru tidak menunjukkan performa meyakinkan.

Setuju gak sama kebijakan Jokowi ini?
Jelas gak setuju
Setuju-setuju aja
247 votes

Komentar

Fresh