Ibu Kota Jadi Pindah? | OPINI.id

Jakarta semakin padat dan ruwet, akibatnya macet dimana-mana. Akhirnya, pernah ada rencana buat mindahin Ibu Kota ke Palangkaraya. Isu pemindahan Ibu Kota Jakarta sebenarnya bukanlah hal yang baru lagi.Ini sudah ada sejak era Ir. Soekarno, sayangnya hilang di Orde Baru.

Jakarta Dikepung Macet dan Keruwetan Tiap Hari

Hidup di Jakarta bukanlah perkara mudah. Kota impian ini jadi surga bagi para pekerja urban khususnya. Tetapi, perjuangan mereka dari rumah ke kota bukanlah perkara mudah.Akhirnya, Jakarta pun setiap hari dikepung kemacetan, mulai dari pagi hingga sore hari bahkan malam hari.

Menurut pengamat perkotaan, Yayat Supriyatna, warga pinggiran Jakarta yang kerja di Ibu Kota sebenarnya tidak punya waktu efektif dan efisien. Bukti nyata berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS),warga Jabodetabek bisa meninggalkan rumah 14-16 jam dalam sehari.

Kendaraan Pribadi Jadi Faktor Macet di Ibu Kota

Bisa dipastikan setiap tahunnya jumlah kendaraan di Jakarta meningkat sebesar 12 persen, baik itu mobil ataupun motor.

Kurangnya sarana trasnportasi yang memadai menjadikan sebagian orang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi saat bekerja. Seperti diketahui, saat ini Jakarta sudah punya busway dan juga commuterline, hanya saja itu masih kurang menampung banyaknya pekerja Urban.

Pro Kontra Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kebangsaan (LKK), Viktus Murin, menilai, wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan merupakan solusi tepat untuk mengatasi kesenjangan antarwilayah yang mengancam integritas NKRI.

Namun ada juga beberapa orang yang tidak sependapat dengan rencana ini. Salah satunya adalah dari Rusli halim Fadli. Menurutnya ini bukanlah solusi, karena akan menelan biaya yang lebih besar ketimbang merapihkan Ibu Kota yang ada sekarang. Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk memindahkan Ibu Kota ke Palangkaraya.

Komentar

Fresh