Pasang spanduk atasi orang nakal buang sampah | OPINI.id

Maraknya pembuangan sampah liar yang dilakukan beberapa oknum warga, yang diketahui banyak oknum tersebut di luar wilayah tempat dibuangnya sampah, membuat warga gerah sekaligus kesal lantaran wilayahnya yang semestinya asri dan bersih, malah dikotori aksi yang tidak terpuji. Lebih-lebih bukan hanya di kota pinggiran jalan raya, bahkan aksi tidak terpuji ini juga menyasar lingkungan penduduk yang lahanya kosong. Salah satunya di kampung Babakan Bondol Rt 002/006 Mustikajaya Bekasi.

Lokasi dibuangnya sampah-sampah dari tangan oknum nakal

Lokasi yang letaknya di jl al hikmah dekat dengan masjid Al Hikmah awalnya asri, namun belakangan ini para oknum pembuang sampah sembarangan membuat jalan itu malah seperti TPS di Bulog Bantargebang, tidak sedikit pejalan kaki merasa kecewa dan mual ketika melewati jalan itu, bahkan beberapaengaku sangat prihatin atas perbuata yang sangat merugikan lingkungan Rt 002/006 Mustikajaya Bekasi itu. "kecewa mas, masalahnya ini kan bukan tempat pembuangan sampah, plus didekatnya juga ada masjid buat orang ibadah, ntah nggak mikir dampak atau emang rada aneh pikiran orang-orang yg buang sampah di sini" tutur Ayu (bukan nama sebenarnya), salah satu warga yang melintasi jalan itu. Tidak cukup sampai di situ, aromanya lama-kelamaan malah semakin menjadi-jadi, ditambah volumenya yang juga ikutan bertambah memicu kekhawatiran warga setempat akan dampak kesehatan.

Pemasangan spanduk

Warga yang gerah dengan aksi tersebut kemudian memasang spanduk bertuliskan sangsi atas pelanggar K3 Perda Kota Bekasi No 10 tahun 2011, pemasangan tersebut dilandasi keinginan agar pera pelanggar jera dan takut dengan ancaman kurungan 3 bulan penjara atau sanksi membayar denda 50 juta. Ada atmago, salah satu aplikasi informasi digital yang bergerak secara sosial membantu warga. Pemasangan spanduk itu di buat sedemikian rupa terpasang agar pala pelaku melihat jelas sanksinya, selanjutnya diharapkan volume sampah bisa berkurang. Sebab jika masih kedapatan ada oknum yang membandel warga yang membandel buang sampah sembarangan di situ, maka jelas warga akan melakukan tindakan tegas sesuai Perda tersebut.

Program pembuatan bang sampah

Menindaklanjuti aksi pemasangan spanduk, beberapa warga menanggapinya dengan senang, beberapa ada juga merasa berkeberatan. Melihat banyaknya warga yang kebingungan lantaran sulit membuang sampah, sebagian warga meminta solusi atas minimnya tempat pembuangan sampah, untuk itu kemungkinan warga akan membuat program tentang agenda pembuatan bang sampah. Meski baru sebatas wacana, warga berharap nantinya bang sampah ini bisa menyelesaikan persoalan sampah yang semakin tidak terkendali, sebab perkara sampah bukan hanya tentang sampahnya saja, namun populasi jumlah penduduk yang kian bertambah membuat penumpukan sampah sangat drastis, ini yang membuat warga kebanyakan menjadi oknum pembuang sampah nakal. Sedikit penjelasan tentang bang sampah, bang sampah adalah tempat dimana para pembuang sampah bisa melakukan pembayaran listrik, tagihan air bahkan tagihan telpon jika berjalan dengan sangat baik dengan sampah yang iya taruh di bang sampah, sampah yang terkumpul akan di bagi menjadi 2 kategori, sampah yang bisa dijual kembali, dan sampah yang tidak. Sampah yang di jual tentu akan ada. Pembagian keuntungan antara si penaruh sampah dan si pemilik bang sampah, sementara sampah yang yidak bisa dijual kembali, nantinya akan di hanguskan dan tidak bisa menghasilkan keuntungan. Selanjutnya keuntungan dari bang sampah, pemilik bang sampah akan membuat banyak terobosan dalam pengalihfungsian sampah, misal sampah yang tidak bisa dijual kembali, bisa dibuat pupuk dengan tambahan tertentu, dan sampah yang bisa dijual kembali, bisa pula dibuat kerajinan tangan yang nantinya akan menjadi pemasukan uang untuk warga. Banyak wilayah yang memanpaatkan bang sampah sebagai alternatif kurangnya lahan pembuangan sampah.

Komentar

Fresh