Indonesia Emas Bebas Stunting | OPINI.id

Stunting merupakan masalah kurangnya gizi secara kronis karena pemberian makanan yang gak sesuai dengan kebutuhan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Dampak Stunting

Selain memiliki kondisi tubuh lebih kecil, pendek dan kurus, stunting pada anak akan mengakibatkan generasi masa depan yang kurang baik. Karena mereka akan memiliki IQ < 95, sehingga gak bisa bersaing saat dewasa dan juga lebih berisiko mengalami obesitas, diabetes dan kanker.

Kapan Stunting Terlihat

Stunting terjadi mulai dari 1000 hari pertama kehidupan, yaitu saat janin masih dalam kandungan dan baru akan nampak saat anak berusia 2 tahun. Seorang anak akan terlihat mengalami stunting ketika dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya, dengan kondisi tubuh lebih kecil, pendek dan kurus.

quote-mark

1000 Hari pertama kehidupan, merupakan kunci wujudkan indonesia bebas stunting. Penuhi kebutuhan gizinya untuk masa depan yang lebih baik.

Apakah stunting masih bisa diatasi dan diperbaiki?

Sayangnya, stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang gak bisa dikembalikan seperti semula. Sehingga pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa. Saat pubertas, pertumbuhannya gak bisa maksimal. Namun dengan asupan makanan bergizi tinggi dapat cegah kondisi pertumbuhan yang semakin parah.

Stunting di Indonesia

30.8% balita di Indonesia alami stunting, di mana angka tersebut masih di atas rata-rata batas WHO yang hanya 20%. Jadi masih banyak yang perlu dikaji ulang, apakah pangan sehari-hari sudah cukup atasi indikasi gagal tumbuh pada anak. Semua pihak harus bekerjasama berantas stunting di Indonesia, demi capai Indonesia emas 2045.

Menurut kamu pemberian gizi yang tepat selama 1000 hari pertama penting gak?
Penting dong
Sangat penting
36 votes

Komentar

Fresh