Berebut simpati milenial di Pilpres 2019 | OPINI.id

Dulu itu politik identik dikaitkan milik orang tua, kolot dan jauh dari anak muda. Tapi nyatanya, sekarang justru anak muda alias milenial malah jadi rebutan kedua capres dan cawapres di pilpres 2019.

Fakta suara anak muda di putaran pilpres 2019

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 mencatat pemilih muda mencapai 15-20 persen dari jumlah total 190 juta daftar pemilih tetap. Artinya ada sekitar 38 juta suara anak muda. Pada tahun 2018 jumlahnya pemuda meningkat dua kali lipat. Gak heran kalau Jokowi-MarufAmin dan Prabowo-Sandi saling berebut suara milenial. Menurut data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) jumlah pemilih milenial mencapai 100 juta jiwa dari total 196,5 juta pemilih. Sementara menurut survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) ada 34,4. Hanya saja jumlah pemilih muda ini gak berbanding lurus dengan keterlibatan mereka di dunia politik. Di era perkembangan teknologi ini, anak muda dirasa apatis soal politik. Ditambah lagi kondisi politik kita sekarang ini membuat generasi milenial seolah alergi.

Jokowi-Maruf vs Prabowo-Sandi rebutan milenial

Rapor merah ditambah keadaan politik yang mirip dagelan, membuat sebagian milenial enggan terlibat dalam hiruk pikuk Pilpres 2019. Tapi, para capres dan cawapres 2019 gak kehilangan akal sehat. Dari kubu nomor urut 01 Jokowimarufamin ada Tsamara Amany dan dikubu urutan nomor 02 ada Faldo Maldini. Bahkan, keduanya juga terus berusaha meraih simpatisan milenial. Bahkan perwakilan mereka selalu ada dan ditaruh paling depan, terutama saat acara debat secara live dan offline. Ditambah lagi dengan visi misi remaja.

Menurutmu milenial bakal pada nyoblos gak nih?
Pastinya dong
Gak kayaknya deh
142 votes

Komentar

Fresh