Memahami Makna "Hari Pahlawan" | OPINI.id

Kemerdekaan adalah kebebasan untuk mau dan berani menentukan sendiri kehidupannya.

Memahami Makna “Hari Pahlawan” untuk Membawa Diri Menuju Kemerdekaan Sejati

Hari ini tepat tanggal 10 Nopember diperingati sebagai hari pahlawan, tetapi sudahkah kita semua memahami makna “pahlawan” secara utuh. Ataukah hanya memaknai kata pahlawan hanya sebagai orang-orang yang berperang melawan penjajah dulu. Padahal makna pahlawan itu juga berlaku ke masing-masing pribadi sebagai sarana membawa diri menuju kemerdekaan sejati. Semua orang seharusnya memiliki karkater pahlawan, yaitu karakter untuk membawa diri menuju sebuah kemerdekaan sejati. Kemerdekaan itu bukan hanya sekedar bebas dari penjajahan kemudian mendeklarasikan diri “merdeka”, tapi kemerdekaan adalah kebebasan untuk mau dan berani menentukan sendiri kehidupannya. Dan menentukan sendiri kehidupan itu bermula dari keberanian untuk menggunakan pikiran dengan benar. Sudahkah diri anda memiliki karakter “Pahlawan” seperti itu? Tadi pagi dijalan saya banyak melihat anak usia SD menggunakan kostum-kostum ala tentara berwarna hijau doreng-doreng dan ikat bendera merah putih dikepalanya. Itu cara sekolah untuk memasukkan makna hari pahlawan kepada anak usia SD. Sangat bagus cara tersebut menurut saya untuk usia SD. Tapi kalau anda yang sudah dewasa masih menggunakan cara tersebut untuk memahami makna Pahlawan maka itu artinya anda sama dengan anak SD. Bukannya seharusnya dengan bertambahnya usia maka itu artinya bertambahnya pemahaman, betul? Kalau begitu memperingati hari pahlawan bagi anda yang dewasa harus berbeda dengan mereka yang usia SD. Kita yang sudah dewasa seharusnya memaknai peringatan hari pahlawan bukan hanya dengan upacara, bukan hanya dengan memakai kostum-kostum ala-ala perang kemerdekaan. Karena kalau hanya sekedar seperti itu kita semua yang dewasa tidak ada bedanya dengan anak SD. Yang kita lihat dari peringatan hari pahlawan 10 Nopember ini jangan dari permukaan, jangan dari kostumnya, jangan dari bambu runcingnya, tapi dari kesungguhan dan keberanian para pejuang kemerdekaan dulu untuk merebut kemerdekaan. Bukan bambu runcing yang membuat bangsa Indonesia merdeka, bukan pula senjata perang, tapi kesungguhan dari Pikiran bangsa Indonesia yang saling selaras, bersatu untuk mewujudkan sebuah negara Indonesia yang Merdeka. Setiap bangsa Indonesia disaat itu memilii tujuan yang sama, impian yang sama yaitu sebuah kemerdekaan, sehingga mereka berani untuk melakukan apapun cara demi mengusir penjajah. Seperti peristiwa di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945 lalu, arek-arek suroboyo memiliki keberanian yang luar biasa untuk melakukan pertempuran hebat terhadap tentara sekutu waktu itu. Apa yang membuat arek-arek suroboyo begitu heroik melakukan pertempuran waktu itu? Karena dalam pikiran mereka yang ada hanyalah keinginan untuk melakukan perjuangan demi membawa diri menuju kemerdekaan sejati. Kemerdekaan diri untuk bebas menentukan sendiri nasibnya, bebas untuk menentukan tujuan bangsa Indonesia. Semau arek-arek suroboyo dari berbagai latar belakang suku, latar belakang agama berbeda, semuanya memiliki tujuan yang sama dalam pikiran mereka yaitu kemerdekaan. Karena itulah mereka disebut Pahlawan. Pola pikir atau mindset seperti itu yang harus kita tiru didalam peringatan hari pahlawan 10 Nopember kali ini sehingga membuat diri kita bersungguh-sungguh menyelaraskan pikiran untuk melakukan perubahan diri menuju kemerdekaan sejati. Kita juga harus mendoakan pejuang kemerdekaan tersebut yang sudah dengan sungguh-sungguh membawa negeri ini pintu gerbang Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dan tugas kita untuk meneruskan pola pikir mereka supaya menjadi pahlawan bagi diri kita dulu untuk membuat diri menuju kesuksesan, ketika masing-masing individu sukses maka pasti bangsa ini juga semakin sukses. Selamat memperingati Hari Pahlawan, “Semangat Pahlawan Di Dadaku (baca : di Pikiranku)”

Komentar

Fresh