Pidato capres nomor urut satu, Jokowi yang membahas jangan takut dengan politikus genderuwo ternyata menggores kubu lawan. Pihak Gerindra merasa jika kadernya bukanlah genderuwo. Walah, perasaan nih pak?

Gerindra merasa pejuang politik bukan genderuwo

Kubu Prabowo-Sandi menanggapi isi pidato capres nomor urut satu yaitu Jokowi. Dalam sebuah pidato, Jokowi mengatakan jangan pernah takut sama politikus genderuwo yang kerjanya hanya menakut-nakuti saja. Meski tidak disebutkan secara rinci untuk siapa istilah dan analogi itu, namun bagaikan sebuah pepatah, pidato ini ditanggapi oleh Gerindra. Lewat ketua DPPnya, Habiburokhman. Gerindra menyatakan jika politik genderuwo bukanlah sifat para kadernya. Apalagi yang kerjanya menyebarkan propaganda dan ketakutan di masyarakat. "Kalau kami jelas bukan tipikal politisi genderuwo, karena kami tidak pernah menakut-nakuti rakyat. Kami ini pejuang politik," kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (9/11/2018). Dia menegaskan Gerindra senantiasa menebarkan optimisme kepada masyarakat. Habiburokhman mengatakan sang ketum, Prabowo Subianto bersama cawapres Sandiaga Uno akan mengatasi persoalan yang kini tengah dihadapi rakyat andai terpilih di pilpres 2019.

Bukan adu prestasi, malah saling cibir jelang pilpres 2019

Aneh bin ajaib, panggung politik Indonesia bagaikan sebuah sop panas yang disajikan dengan bumbu-bumbu jebakan. Baik dari kubu Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi. Keduanya hanya saling lempar nyinyiran. Kubu kedua selalu melempar cibiran jika saat ini rakyat menjerit. Ditambah lagi keadaan Indonesia sedang tidak aman dan juga dalam ancaman kebangkrutan karena antek asing. Sementara itu, kubu sebelah juga menanggapinya dengan cibiran halus tapi kena. Seperti halnya politik sontoloyo, sampai-sampai yang terbaru adalah politikus genderuwo.

Asik gak sih menurutmu kalau gini terus?
Biasa aja
Gak asik lagi ah
1010 votes

Komentar

Top Konten