Misteri Cerita Kokpit Pesawat Lion Air JT610 | OPINI.id

Satu persatu bagian tubuh korban pesawat Lion Air JT610 mulai dikumpulkan. Total, sudah ada 137 kantong jenazah dan 7 yang teridentifikasi. Meski begitu, masih ada goresan harapan yang terucap dari keluarga dan berharap ada yang selamat, mungkinkah?

Meledak di atas langit atau di laut?

Masih menyimpan misteri, beberapa spekulasi pun berdatangan terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Meski begitu, serpihan ekor pesawat yang ditemukan menunjukkan tidak ada bekas terbakar. Dengan kata lain tak ada ledakan. Hanya saja, ketinggian pesawat jatuh ke air tekanannya keras hinggan mengakibatkan benturan keras dan serpihan berdampak pada tubuh korban. Meski begitu, pesawat terbang tetap termasuk salah satu transportasi teraman. 80 persen penyebab kecelakaan pesawat terbang diatribusikan kepada mesin dan rumit mekanikanya yang uzur. Kesalahan manusia di belakang kemudi hanya menyumbang 20 persen kecelakaan. Bicara perihal kasus jatuhnya Lion Air JT610. Tak lepas dari pandangan orang terkait low-cost carrier (LCC-maskapai bertarif rendah) yang umumnya melayani rute pendek. Biasa terbang sekitar 4-6 kali dalam sehari. Dengan kata lain, dalam 24 jam pilot bisa berada di udara selama 5-6 jam. Tak heran jika ada beberapa pilot yang alami kelelahan. Kelelahan pada pilot bukanlah hal yang boleh disepelekan. Kelelahan merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi penurunan performa seorang pilot. Pilot yang kelelahan akan mengalami penurunan kecepatan reaksi, penurunan tingkat konsentrasi, dan penurunan mutu pengambilan keputusan. Tak heran, dari 80 persen kesalahan manusia yang menyebabkan kecelakaan pesawat, 15-20 persennya bermula dari faktor kelelahan.

Semua korban Lion Air JT610 tewas

Berbagai harapan bermunculan, terutama saat berita Lion Air hilang kontak hingga positif kecelakaan di laut. Keluarga penumpang berharap jika anggota keluarganya selamat. Entah berenang dan terapung di lautan atau mungkin sudah terangkut dengan kapal nelayan. Namun siapa sangka, harapan hanyalah tinggal harapan. Semakin hari, semakin banyak kantung jenazah dikumpulkan. Meskipun dalam keadaan terpotong, setidaknya sudah ada 137 lebih dan 7 yang sudah teridentifikasi. Bahkan sebelumnya, Dirut Operasi Basarnas, Brigjen TNI Bambang Suryo Aji sudah memprediksi jika kemungkinan tidak ada korban selamat dari pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang membawa 189 orang baik penumpang dan kru.

Apakah Lion Air wajib dikenakan sanksi?
Wajib dan harus!
Gak usah, ini musibah
8484 votes

Komentar (6)

Fresh