Kalau Jagoan Pilkada Kamu Kalah | OPINI.id

Dalam setiap kompetisi pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Sama halnya dengan Pilkada. Pilkada DKI tahun adalah salah satu pilkada terpanas dalam ingatan saya. Tentunya setelah pilkada selesai, pasti banyak yang kecewa, karena jagoannya kalah. Tapi ingat ini bukan akhir dari segalanya. Ini beberapa cara untuk mengatasi rasa kecewa itu :)

Cari Teman Untuk Kecewa Bareng

Memang mudah untuk menutuh jalur komunikasi dan menyendiri untuk menenangkan diri kamu. Tetapi menurut seorang profesor psikologi. Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memiliki kekecewaan yang sama dengan kamu akan lebih membantu. Karena ketika kita bersama orang lain yang memiliki kekecewaan yang sama, kamu akan tau bahwa ada orang yang memiliki kekecewaan yang sama, dan bahwa kalian masih bisa berjuang bersama di kemudian hari.

Liburan Dari Sosial Media

Hal ini penting dilakukan, yaitu cuti dari sosial media. Hasil pilkada pasti akan banyak dibahas di sosial media, bahkan banyak yang akan bersorak sorai terhadap kemenangan jagoannya. Akan banyak sekali postingan yang akan memancing emosi kamu, jadi cutilah dari sosial media, agar kamu tidak terpancing emosi.

Satu Orang Tidak Bisa Merubah Semuanya

Siapapun yang menang, INGAT negara ini tetaplah negara hukum. Jadi apabila kandidat yang tidak kamu sukai menang, tenang saja. Dia tetap tidak akan bisa bertindak sesuka hatinya. Pejabat kita itu diawasi media, KPK, polisi dan berbagai LSM lainnya.

Pindah Kota Atau Pindah Negara

Kalau kekecewaan kamu sampai benar-benar tidak tertahan, sebenarnya kamu tetap bisa memilih untuk meninggalkan Jakarta ataupun Indonesia. Jauh-jauh dari orang yang kamu benci juga bukanlah hal yang buruk. Tapi ingat kamu bisa juga jadi menjauh dengan orang-orang yang kamu sayangi.

Apa yang akan kamu lakukan ketika jagoan pilkada kamu kalah ?
Life goes on, terima saja
Pindah kota / negara
Ikut demo
*Jawaban lain di komentar ya*
28 votes

Atau kamu bisa pergi liburan, untuk menenangkan diri dan kembali dengan energi yang baru.

Komentar (1)

Fresh