Wisata Al Maidah | OPINI.id

Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ansufri ID Sambo manargetkan akan ada 100 orang peserta di setiap Tempat Pemungutan Suara pada hari pemungutan suara, Rabu (19/4). Dengan jumlah TPS lebih dari 13 ribu, maka diharapkan peserta kegiatan ini sekitar 1,3 juta orang.Tujuannya untuk membela Islam.

Tamasya Al Maidah Di Pilkada DKI Putaran Dua

Meski sudah ada larangan dari pihak kepolisian tetapi Ansufri ID Sambo selaku Ketua Panitia Tamasya Al Maidah tetap melanjutkan keingannya.

Bahkan, ia menargetkan 100 orang peserta untuk hadir di setiap TPS yang akan diadakan pada hari esok, Rabu (19/4). Bisa dibayangkan, dengan jumlah TPS lebih dari 13 ribu, maka diharapkan peserta kegiatan ini sekitar 1,3 juta orang.

Bahkan, Ansufri mengklaim jika massa dari sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jawa Barat, sampai Madura ikut dan sudah bergerak menuju Ibukota.

Massa ini rencananya akan ditampung di beberapa masjid dan musalah yang dekat dengan TPS.Sedangkan massa dari wilayah Jabodetabek tidak akan menginap melainkan akan bergerak [ada hari pencoblosan saja.

Tamasya Al Maidah Tidak Mengintimidasi Pilkada

Banyak yang kaget dan terkejut dengan Tamasya Al Maidah yang akan dimulai saat Pilkada DKI Putaran Dua ini. Pasalnya, meski larangan dari pihak kepolisian sudah dikeluarkan secara resmi, acara tamasya ini tetap berjalan.

Apalagi warga DKI Jakarta butuh ketenangan saat pesta demokraasinya dimulai. Tetapi, pengerahan massa ini diklaim murni hanya untuk membela agama Islam dan tidak bermaksud mengintimidasi pemilih.

Ketua Tamasya Al Maidah, Ansufri tidak percaya meskipun sudah ada petugas keamanan, petugas komisi pemilihan umum dan Badan Pengawas Pemilu dan saksi dari pasangan calon. Menurut dia, tugas pertama mereka yakni datang, menyaksikan dan melihat proses pemungutan suara dari jarak 30 meter.

Tamasya Al Maidah Direstui Ketua KPU DKI?

Pengacara yang juga alumni peserta Aksi 212, Eggi Sudjana mengklaim pihaknya telah mengantongi izin dari Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno untuk menggelar Tamasya Al Maidah pada hari pencoblosan Pilkada DKI 2017, Rabu (19/4).

Menurut Eggi, izin untuk menempatkan massa pada seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta, diberikan Sumarno secara lisan. Eggi menyebut massa dari Tamasya Al Maidah ini bagian dari pemantau pemilihan.

"Jadi kami datang ke KPU minta diberikan izin sebagai pemantau. Dan Ketua KPU DKI memberikan, secara lisan mengiyakan," kata Eggi di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Senin (17/4).

Kamu setuju nggak dengan adanya tamasya Al Maidah ini?
Setuju, selama tdk menganggu
Tdk setuju, soalnya ganggu
2 votes

Komentar

Fresh