RuangGuru; untuk Pendidikan Yang Lebih Baik | OPINI.id

Dengan misi “Belajar Jadi Mudah”, Adamas Belva Syah Devara membangun RuangGuru, sebuah startup online platform yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dan guru les yang berkualitas. Sebagai CEO dan Co-Founder, Belva mendirikan RuangGuru bersama sahabatnya Iman Usman di tahun 2014 silam.

Bangun RuangGuru untuk Pendidikan Indonesia yang Lebih Baik

Ruangguru adalah aplikasi belajar dengan solusi belajar terlengkap untuk segala kesulitan belajar para murid. Konten yang disajikan tersedia untuk berbagai jenjang mulai dari SD, SMP, dan SMA sesuai dengan kurikulum nasional dan dirancang khusus oleh pengajar terbaik dan berpengalaman (Master Teacher). Konten yang dihadirkan beragam, mulai dari menonton video, latihan soal, les privat, hingga tryout yang dapat diakses dari smartphone. Menyajikan sekitar 80 ribu guru privat, RuangGuru kini memiliki sekitar 1,6 juta pengguna dan 300 ribu komunitas

Murid berprestasi dengan kecerdasan di atas rata-rata

Sejak duduk di bangku sekolah menengah, Belva dikenal sebagai pribadi yang pintar dengan kecerdasan di atas rata-rata. Selama SMA, ia selalu meraih peringkat satu dan menjuarai berbagai kompetisi olimpiade ilmiah, pidato, dan debat berbahasa Inggris. Hal ini pula yang membuatnya mendapat beasiswa penuh di SMA Presiden, sekolah semi-militer bertaraf internasional, tempat dirinya menimba ilmu. Tak hanya dalam urusan akademis, Belva juga aktif berorganisasi hingga terpilih menjadi Ketua Osis di sekolahnya saat itu. Pada tahun 2007, Belva terpilih menjadi salah satu dari 8 siswa Indonesia yang mendapat beasiswa penuh dari pemerintah Singapura untuk melanjutkan studinya ke Nanyang Technological University, Singapura, salah satu institut teknik terbaik di Asia. Belva juga menjadi orang Indonesia pertama yang diterima di program gelar ganda dalam program studi Ilmu Komputer dan Bisnis di Nanyang Technological University. Sebelum mendirikan RuangGuru, Belva sempat bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey Indonesia dan bekerja di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan. Tahun 2013, Belva kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Stanford Graduate School of Business (MBA) dan Harvard Kennedy School (MPA). Ia juga menjadi orang Indonesia pertama yang diterima di program gelar ganda kedua universitas paling bergengsi di dunia tersebut. Setelah lulus dari program gelar gandanya tersebut, di tahun 2016 Belva pun memutuskan untuk fokus dalam perbaikan pendidikan di Indonesia dan kembali ke tanah air untuk menjabat sebagai posisi Direktur Utama di RuangGuru.

Meraih sejumlah penghargaan

Di bawah kepemimpinan Belva, hanya dalam setahun, RuangGuru berkembang pesat lima kali lipat. Hal itu pula yang membuat RuangGuru menjadi perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Indonesia yang menjangkau lebih dari 10 juta siswa dan 150 ribu guru. Pada November tahun lalu Belva sempat diundang oleh Presiden Joko Widodo ke rapat kabinet terbatas di Istana Bogor yang dihadiri oleh 19 menteri, untuk menyampaikan pandangannya untuk menghadapi perubahan teknologi di bidang pendidikan. Pada tahun 2011, Belva sempat meraih tiga medali emas prestisius dari Nanyang Technological University, yang terdiri dari Lee Kuan Yew Gold Medal, (penghargaan tertinggi bagi mahasiswa di universitas), Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal (penghargaan bagi peraih nilai akademis tertinggi di program studi Ilmu komputer), dan Accenture Gold Medal (penghargaan bagi peraih nilai akademis tertinggi di program studi Bisnis). Di tahun yang sama, Belva juga dinobatkan sebagai Young Leader for Indonesia 2011 oleh McKinsey & Company. Last but not least, Belva juga masuk dalam daftar nama 30 Under 30 versi majalah Forbes Asia 2017 dalam kategori Consumer Technology. Penulis: Giza Risdynia

Komentar

Fresh