Bendera Tauhid dibakar,ini fakta & ceritanya | OPINI.id

Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh Banser NU garut viral di media sosial. Banyak orang yang mengutuk aksi ini.

Namun, alangkah baiknya kita kenalan dulu sama Ar-Rayah, Bendera Tauhid yang dibakar tersebut biar umat Islam gak pecah belah.

Ini alasan bendera Tauhid dibakar banser NU

Viral dan bikin geram para netizen beberapa waktu lalu. Aksi banser NU Garut yang membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid. Banyak orang muslim yang protes dan mengutuk aksi tersebut. Namun, menurut Ketua Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muhammad Sulton Fatoni. Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid itu ada alasannya. Salah satunya, ini adalah bendera yang kerap dibawa aktivis ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Inilah Ar-Rayah Bendera Tauhid

Bicara bendera tauhid yang dibakar banser NU Garut mendingan kita pelajari apa itu maknanya. Ini adalah bendera yang disebut Liwa atau Alwiyah (dalam bentuk jamak). Istilah liwa’ sering ditemui dalam beberapa riwayat hadis tentang peperangan. Jadi, istilah liwa’ sering digandengkan pemakaiannya dengan rayah (panji perang). Dalam banyak riwayat disebutin kalau rayah yang dipakai Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam berwarna hitam sedangkan liwa (benderanya) berwarna putih. (HR Thabrani, Hakim dan Ibnu Majah). Rayah dan liwa’ sama-sama bertuliskan La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah.Rayah merupakan panji yang dipakai pemimpin atau panglima perang. Rayah menjadi penanda orang yang memakainya merupakan pimpinan dan pusat komando yang menggerakkan seluruh pasukan. Ibnu Asakir dalam bukunya Tarikh ad-Dimasyq jilid IV/225-226 menyebutkan, rayah milik Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mempunyai nama. Dalam riwayat disebutkan, nama rayah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah al-Uqab. Namun setelah masa ekspansi dari daulah Islam berakhir, simbol-simbol yang menyerupai rayah dan liwa kembali muncul. Bahkan, banyak ormas dan kelompok Islam yang menggunakannya. Namun, apakah ini diperkenankan? Almarhum KH Ali Mustafa Ya’qub pernah mengatakan, sebenarnya tidak ada larangan bagi satu kelompok untuk memakai simbol rayah dan liwa’. Namun, jika tujuannya untuk menipu atau mengecoh umat Islam, tentu itu jelas haram. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, kelompok-kelompok ekstremis, seperti Islamic State of Irak and Suriah (ISIS), menggunakan rayah dan liwa’ untuk menipu umat Islam. sumber:republika

Gimana, menurut kamu apakah selama ini bendera tauhid yang bermunculan disalahgunakan?
Jelas disalahgunakan
Gak juga kok
2782 votes

Komentar (2)

Fresh