Christopher Rungkat: Menghargai Proses | OPINI.id

Christopher Rungkat merintis karier sebagai petenis di Eropa. Ia memperoleh emas pertama pada French Open 2008. Ia merupakan orang Asia kedua yang bermain di Eropa setelah Kei Nishikori.

Peningkatan kariernya

Kariernya pun terus berkembang. Setelah meraih perunggu pada nomor ganda putra SEA Games 2009, Christopher merebut emas pada nomor tunggal, ganda putra, dan beregu pada SEA Games 2011 di Palembang. Pada 2013, Christopher kembali mendapatkan medali emas. Kali ini pada ajang Islamic Solidarity Games 2013, untuk nomor tunggal, ganda putra, dan beregu. Kemudian pada 2017, Christopher meraih emas tunggal putra. Terakhir, Christopher Rungkat meraih emas nomor ganda campuran pada Asian Games 2018. Medali emas ini diraihnya bersama Aldila Sutjiadi setelah mengalahkan Luksika Kumkhum-Sonchat Ratiwatana.

Keringat dan air mata

"Bukan PB Pelti (Pengurus Besar Persatuan Lawn Tennis) saja yang kaget, tetapi saya juga. Awalnya tenis hanya ditargetkan perak atau perunggu. Nyatanya, saya bisa membuktikan diri dengan meraih emas," ujar Christopher, seperti dilansir Kompas.com. "Semua terjadi bukan tanpa proses. Keringat dan air mata sudah mengucur. Untuk membalas rezeki ini, saya akan mendonasikan sebagian bonus untuk teman-teman yang terkena bencana," lanjut Chritopher. Penulis: Albertus Tjatur Wiharyo

Komentar

Fresh