implementasi audit syariah di saudi arabiah | OPINI.id

Implementasi Audit Syariah di Saudi Arabia

implementasi audit syariah di saudi arabia

Implementasi Audit Syariah di Saudi Arabia Islam menawarkan panduan komprehensif dalam menentukan dan melindungi kepentingan manusia termasuk dalam pengembangan lembaga keuangan syariah. Mengamati dan memeriksa transaksi, menurut hukum islam dalam laporan yang adil untuk mengambil keputusan termasuk pemeriksa kepatuhan dengan persyaratan islam. Syariah dalam Islam menunjukkan hukum yang mencakup semua sistem mengatur kehidupan umat Islam, syariah juga menguraikan baik kontrak sosial maupun dasar ilmiah untuk global yang telah di dasarkan pada episteme kesatuan ilahi (chourdhury 1997). Audit syariah telah merupakan proses investigasi dan analisis atas kegiatan tersebut, dalam tindakan dan perilaku yang dilakukan oleh sebuah entitas untuk memastikan kepatuhan terhadap syariat Islam, Yang telah Meningkatkan kinerja lembaga keuangan syariah untuk memastikan dan menjaga integritas syariah itu sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan di masa depan dan agar pertumbuhan sektor keuangan islam semakin meningkat di masa yang akan datang. The islam finance council UK (UKIFC) dan internasional shariah research academy for Islamic finance ( ISRA) unit emirat arab (UEA) dalam pemerintah dan lembaga keuangan syariah di seluruh dunia telah mendesak agar segera menerapkan adanya audit independen syariah dalam keuangan islam, gerakan ini yang harus di suarakan lebih luas agar transparansi dan akuantabilitas dari pelaku pasar keungan syariah merasa sangat aman, audit internal secara umum diperluas untuk mencakup pengendalian internal, manajemen risiko dan tata kelola. Pada tahun 1991, badan regulasi internasional telah terbitkan sebagai fungsi standar akuntansi audit Syariah. Selain itu pemerintahan Lembanga Keuangan Islam (IFI) telah memberikan penjelasan penting dan menekankan bahwa tujuan audit Syariah dalam auditor telah menyatakan untuk di susun dalam suatu laporan keuangan dalam semua aspek material yang telah sesuai dengan Aturan dan pedoman Syariah yang dikeluarkan oleh islamnic banking (IB) dari lembaga keuangan Islam. Dalam Arab Saudi yang telah terjadi di salah satu pasar terbesar perbankan dan keuangan syariah dunia. Arab Saudi telah berkontribusi besar dalam aset keuangan syariah yang jumlahnya mencapai 1,6 triliun dolar AS. Pada tahun 1952 Bank Saudi Arab telah di diatur oleh Badan Moneter Arab Saudi (SAMA) sebagai Bank Sentral Kerajaan Arab Saudi yang telah memiliki beberapa fungsi diantaraya: 1. Mencetak dan menerbitkan mata uang nasional; 2. Memperkuat dan mengawasi bank komersial dan dealer valuta termasuk IFI; 3. Mengawasi kerja sama perusahaan dan wiraswasta terkait dengan kegiatan asuransi; 4. Mengawasi perusahaan pembiayaan, mengawasi perusahaan informasi kredit, mengelola cadangan devisa, mempromosikan pertumbuhan sistem keuangan dan memastikan kesehatannya; 5. Mengoperasikan sejumlah bank. Dari Salah satu tujuan yang sama adalah telah mengatur bank komersial dan dealer pertukaran tanpa mempengaruhi kegiatan islamnic bangking (IB) atau IFI, Saat ini Saudi Arabia Monetary Agency (SAMA) telah mengatur dan mengawasi Lembaga keuangan Islam (IFI) yang melakukan kegiatan perbankan dan keuangan bersebelahan dengan konvensional sebagai lisensi perbankan Islam untuk operator pembiayaan syariah (Ramady, 2009). Namun SAMA tidak mengakui konsep perbankan Islam karena jika mengakui beberapa bank sebagai institusi Islam artinya Saudi Arabia Monetary Agency (SAMA) juga mengatur dan mengawasi perusahaan-perusahaan asuransi koperasi sedangkan perusahaan asuransi koperasi tahun 2003 dan baru-baru ini diberlakukan Hukum Hipotek 2013. Ai-bi-red merupakan singkatan dari islamic banking (IB) di Arab Saudi yang berhubungan antara audit internal dan SBs lemah Karena semua produk dan aktivitas di bank-bank ini dianggap sesuai Syariah dan SB diharapkan memiliki wewenang yang cukup dan pengalaman untuk menangani masalah apa pun yang terkait kepatuhan terhadap agama Islam. Sebaliknya, hubungan antara dua fungsi audit di bank Islam lebih kuat sejak pengelolaannya menerapkan sistem Syariah untuk auditor internal yang tertarik dengan kegiatan yang berkaitan dengan Islam. Otoritas Pasar Modal (CMA) didirikan berdasarkan Pasal 4 UU Pasar Modal di Indonesia tahun 2003, untuk mengatur dan mengembangkan kegiatan di Arab Saudi. CMA dianggap sebagai independen karena berhubungan langsung dengan raja Arab Saudi dan memiliki otonomi keuangan dan administratif. Peran utama CMA adalah untuk mengeluarkan peraturan yang mengandung penerbitan sukuk (obligasi syariah). Selain itu CMA tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang sesuai untuk investasi, pertumbuhan kegiatan investasi dan pengungkapan penguatan standar dan transparansi untuk semua perusahaan yang terdaftar untuk melindungi hak investor Bahkan CMA telah menerapkan tiga inisiatif tata kelola perusahaan utama dalam tiga fase utama (ROSC, 2009) untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan di Arab Saudi. Fase pertama telah selesai dengan merilis kode tata kelola perusahaan Saudi (SCGC) pada tahun 2006. Oleh : irmawati mahasiswa STEI SEBI

Komentar (1)

Fresh