Cedera Mr.P Yang Perlu Diwaspadai Pria | OPINI.id

Penis berfungsi penting dalam proses reproduksi, menjadikan organ ini adalah 'barang berharga' bagi pria. Jadi apapun kondisinya, di samping kebersihan dan kesehatannya yang harus tetap diperhatikan, kaum Adam juga harus tahu ada 9 jenis cedera paling buruk yang perlu diwaspadai.

Tipe Mr. P

Meski Mr.P atau Penis dianggap 'barang berharga' bagi pria, ternyata tak semua pria paham benar tentang tipe maupun anatomi penis mereka. Rata-rata yang mereka pahami hanyalah urusan ereksi dan bisa melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Seringkali juga tidak siap saat penis harus mengalami cedera atau ada keanehan pada alat kelamin ini. Ada dua tipe penis yaitu grower dan shower. Grower adalah penis yang dapat mengembang dan memanjang saat ereksi. Sedangkan Shower adalah penis yang tampak besar sepanjang waktu namun tidak bertambah besar saat ereksi. Sebuah survei dari Men’s Health melaporkan bahwa 79 persen pria memiliki penis grower, sementara 21 persen lainnya memiliki tipe shower.

Mengenal Anatomi Penis

Dua fungsi utama penis adalah buang air kecil dan reproduksi. Sebuah penis terdiri dari tiga bagian utama, pangkal atau akar (radix), batang (corpus), dan kepala (glans). Corpora cavernosa adalah dua buah tabung di kedua sisi penis yang terisi darah saat ereksi. Sedangkan saluran kemih berada di dalam corpus spongiosum. Ujung dari corpus spongiosum membesar untuk membentuk kepala penis yang berbentuk kerucut. Di ujung kepala penis ini terletak lubang saluran uretra untuk mengeluarkan urin dari dalam tubuh. Pada pria yang tidak disunat, kepala penis terlapisi oleh jaringan lembab berwana merah muda yang disebut mucosa, yang terlindungi oleh kulit kulup. Sementara pria yang disunat, kulit kulup diangkat sehingga mukosa di kepala penisnya berubah menjadi kulit kering. Setelah tahu anatominya, sekarang kita bahas trauma atau cedera apa saja yang bisa dialami Mr.P

1. Fraktur Penis

Walaupun penis tak bertulang, nyatanya organ ini juga bisa 'patah' atau disebut juga fraktur penis (Penile Fracture). Sebenarnya yang patah bukan tulang namun 'corpus cavernosa' atau semacam tabung silinder yang terisi darah ketika seseorang mengalami ereksi. Bila tabung ini membengkong saat penis mengeras, maka akan pecah dan darah dari tabung itu akan memenuhi penis. Jika hal ini dialami maka akan dirasakan sakit yang amat sangat, pembengkakkan, gangguan sensori dari penis, dan kulit penis yang tampak keunguan akibat pecahnya pembuluh darah, bahkan hilangnya fungsi seksual seseorang bila tak segera ditangani lewat operasi. Penyebab fraktur penis adalah hubungan seksual bisanya posisi wanita di atas pria saat melakukan hubungan seksual. Namun, hal yang paling sering terjadi adalah karena masturbasi yang terlalu agresif.

2. Penis Terperangkap

Kondisi ini dalam istilah medis disebut 'invaginated.' Biasanya terjadi akibat benturan sangat keras pada batang penis ke tubuh sehingga kemudian si penis terjebak dalam jaringan lemak yang terletak di panggul. Namun, kondisi semacam ini jarang terjadi. Kalaupun cedera ini dialami pria maka bisa diatasi dengan 'ekstraksi manual' dan operasi, hingga penis dapat berfungsi kembali dengan normal.

3. Ikan Masuk ke Dalam Penis

Buat para pria yang suka mandi atau berenang di sungai, hati-hatilah, karena salah satu jenis ikan yang disebut dengan candiru atau 'ikan tusuk gigi' dapat masuk ke dalam tubuh lewat lubang penis. Saat ikan ini bisa masuk ke dalam penis, ikan lele mungil air tawar ini akan membuka jaringan semacam payung dari tulang di mulutnya dan menghisap darah korbannya. Ikan ini bisa penyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan hanya dapat dikeluarkan dari penis melalui proses operasi.

4. Jaringan Abnormal di Sekitar Penis

Munculnya jaringan abnormal di sekitar penis merupakan kasus langka, namun pernah terjadi. Hal ini bisa terjadi akibat operasi usus atau pengobatan kanker prostat yang kurang baik yang bisa mengakibatkan munculnya 'Fistula'. Fistula adalah sebuah jaringan abnormal yang menghubungkan antara saluran kencing dengan anus. Kondisi ini menyebabkan urin seorang pria menetes sendiri dari pantat dan feses atau kotoran bisa masuk ke saluran kencing dan kandung kemih. Menurut tim peneliti dari departemen urologi University of Utah, kondisi ini dapat diperbaiki, kendati butuh waktu yang lama dan rumit.

5. Penis Saksofon

Seorang pria bisa mengalami kondisi ini diakibatkan oleh penyumbatan kelenjar getah bening atau infeksi bakteri yang ada kaitannya dengan chlamydia. Chlamydia adalah penyakit menular seksual umum yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Cedera yang terbilang langka ini membuat penis membengkak sekaligus terpelintir. Obat-obatan tertentu dapat mengatasi kedua efek dari penis saksofon ini dan tak membuat buang air kecil bermasalah. Namun yang jadi persoalan, menurut peneliti, setelah terkena penis saksofon, seorang pria mungkin tak bisa lagi berhubungan intim.

6. Priapismus

Priapismus adalah ereksi berkepanjangan di luar kehendak selama beberapa jam bahkan bisa terjadi beberapa hari. Kondisi ini akan dibarengi dengan rasa sakit. Priapismus adalah penyakit langka, kondisi ini pada umumnya menyerang anak laki-laki usia 5-10 tahun, penderita anemia sel darah berbentuk bulan sabit (sickle cell anemia) dan pria usia 20-50 tahun. Hingga saat ini tidak ada penyebab akurat priapismus. Namun biasanya terkait kanker, mengonsumsi obat anticemas, antikoagulan, alkohol dan adiktif serta produk yang mengandung steroid androgen (zat untuk meningkatkan ukuran otot) dapat menyebabkan kelainan ini.

7. Penis Terkubur

Kondisi ini bisa terjadi jika sebagian batang penis tak sengaja terpotong bersama kulup selama prosedur khitan, maka seiring dengan jalannya proses pemulihan, penis akan tumbuh dalam keadaan melekat pada skrotum (kantong kulit yang menggantung di bagian bawah penis dan berperan sebagai pembungkus testis). Akibatnya penis jadi seperti 'terkubur' atau terjebak di dalam lapisan lemak yang berada di sekitar alat kelamin. Kondisi ini dapat diperbaiki melalui operasi.

8. Penis dan Testikel Terpotong

Kondisi ini biasanya berhubungan dengan insiden akibat kemarahan, cemburu, atau gangguan kejiwaan. Kehilangan darah akut akibat tragedi pemotongan penis ini mungkin cukup besar dan mengancam kehidupan, terutama jika amputasi terjadi saat penis sedang ereksi. Operasi harus segera dilakukan untuk memastikan bagian yang terpotong tetap bisa “hidup”. Operasi mikro (operasi yang dilakukan oleh ahli bedah dengan melihat ke bawah mikroskop) diperlukan untuk mengembalikan tingkat sensitivitas penis.

9. Penis Bengkok

Pada umumnya, penis bengkok terjadi saat jaringan seperti spons yang dialiri darah tidak mengembang secara merata, dikarenakan perbedaan anatomi penis yang normal. Beberapa kondisi penis bengkok bisa disebabkan oleh penyakit Peyronie, penyakit autoimun, cedera pada penis atau ketidaknormalan pada jaringan penyangga, yang diturunkan dalam keluarga. Tak hanya itu penis bengkok juga dapat terjadi pada bayi yang mengalami hipospadia. Akibat penis bengkok bisa menyebabkan nyeri pada penis saat ereksi, terjadi penebalan atau benjolan pada batang penis, terdapat perubahan pada bentuk penis, bentuknya menyerupai jam pasir atau panjang dan lingkar penis berubah. Kendati obat-obatan atau operasi dapat membantu mengatasinya, namun seorang pakar bernama Culley Carson III, MD dari University of North Carolina mengatakan kedua prosedur tersebut tak menjamin penis bisa pulih secara total.

Komentar (1)

Fresh