Pembunuhan Keji Medan | OPINI.id

Satu keluarga yang terdiri dari 5 orang di Medan, Sumatera Utara, tewas dibunuh. Otak pembunuhannya adalah Andi Syahputra yang mengajak keponalannya Andi Syahputra serta Roni untuk menghabisi keluarga Riyanto karena masalah penjualan tanah.

Ada Dendam Dibalik Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Medan

Satu keluarga yang terdiri dari 5 orang di Medan, Sumatera Utara, tewas dibunuh. Dua pelaku sudah ditangkap. Sebelumnya, hanya dua pelaku saja yang berhasil ditangkap, update setelahnya semua berhasil ditangkap termasuk dalang dibalik pembunuhan sadis ini.

Ya, pembunuhan sadis ini merenggut nyawa Riyanto (40), istri Sri Ariyanti (40), mertua Sumarni (60), dan anaknya, Naya (13) dan Gilang (8). Mereka ditemukan tewas bersimbah darah tepatnya di rumahnya yang berada di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli pada Minggu 9 April 2017.

Dalam pembunuhan ini, hanya anak balita saja yang selamat yakni Kinara (4). Saat ini balita tersebut sedang dirawat di RS Bhayangkara Medan.

Awalnya pihak kepolisian sempat menduga aksi pembunuhan ini dilatarbelakangi perampokan. Tetapi setelah pihak kepolisian langsung mengidentifikasi salah satu pelaku bernama Andi Lala yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban ternyata ada motif lain. Polisi mengetahui jika ada motif dendam dibalik aksi kejam ini.

Dalang Pembunuhan Keji Ajak Keponakan Buat Eksekusi

Jika dendam sudah ada di dalam pikiran seseorang, terkadang akal sehat pun mati. Mungkin inilah yang ada dalam otak Andi Matalata alias Andi Lala yang menjadi dalang dibalik pembunuhan keji yang terjadi di Medan.

Aksi pembunuhan keji terhadap Riyanto dan keluarganya ini gak hanya mengejutkan publik saja tetapi juga berbagai pihak keluarga. Bahkan, Adni Lala juga mengajak keponakannya bernama Andi Syahputra (19) untuk menghabisi Riyanto dan keluarga. Motifnya bukan perampokan.

Pembunuhan keji ini dilandasi motif keinginan pelaku untuk menguasai uang penjualan tanah yang dilakukan oleh korban.

Komentar

Fresh