Putry Yuli Buat Layanan Penjahit Online | OPINI.id

Putri Yuly adalah Co-founder dan CEO Kostoom, sebuah layanan jahit online dengan konsep economy sharing. Kostoom menghubungkan beberapa penjahit di Indonesia dengan customer yang membutuhkan. Ia memberdayakan para penjahit rumahan agar mendapatkan penghasilan yang lebih layak.

Memudahkan pertemuan penjahit dan pelanggan lewat dunia maya

Berkecimpung di dunia menjahit selama 20 tahun membuat Putry Yuli sadar akan satu masalah mendasar yang ada di dalamnya yaitu kerepotan para pelanggan untuk meluangkan waktu mencari penjahit berkualitas dan bertemu dengan mereka. Dia pun berusaha memecahkan masalah tersebut dengan mengajak para penjahit merambah ke ranah online. Dia mengumpulkan banyak penjahit berkualitas dalam satu wadah startup bernama Kostoom pada bulan Merat 2016. Di situ para pelanggan dapat dengan mudah memilih penjahit kesukaannya dan melakukan transaksi secara online sesuai dengan tata cara yang sudah ditentukan.

Berangkat dari kisah sang ibu

Putry lahir dari seorang ibu yang berprofesi sebagai penjahit. Sejak kecil dia sering melihat ada banyak baju yang dikerjakan ibunya, tetapi upah yang didapatkan sangat kecil. Putry juga melihat realita kehidupan penjahit rumahan yang cukup menyedihkan. Sementara dari sisi pelanggan, tidak semua orang memiliki waktu untuk mencari penjahit yang berkualitas dan bertemu dengan mereka. Wanita yang merupakan lulusan Universitas Indonesia itu akhirnya mencari jalan keluar untuk masalah ini dengan membentuk sebuah startup.

Mengikuti 8 kompetisi startup

Memiliki ide untuk membangun sebuah usaha startup saja tidak cukup. Putry memerlukan modal, pengalaman, dan harus memiliki jaringan yang luas. Putry mengakui kala itu dirinya tidak memiliki semua itu. “Beberapa orang terlahir dengan latar belakang keluarga yang kaya, relasi yang banyak, dan mempunyai modal yang cukup banyak untuk membangun bisnis. Namun saya sama sekali tidak mempunyai hal-hal seperti itu ketika akan membangun Kostoom,” tutur Putry pada Techinasia. Akhirnya Putry memutuskan untuk memperkenalkan ide startup miliknya lewat jalur yang mudah dan tanpa dipungut biaya, yaitu lewat kompetisi. Selama tahun 2015-2016 lalu, Putry sampai mengikuti 8 kompetisi. Tujuannya untuk membuat banyak orang sadar akan keberadaan Kostoom.

Banyak belajar dari kesalahan

Sebagai pemula, Putry tak luput dari yang namanya kesalahan, terlebih saat pertama kali Kostoom diluncurkan. Putry mengaku kalau belum terlalu siap saat meluncurkan layanan untuk pertama kalinya. Namun, sudah banyak penjahit yang mendaftar dan banyak pesanan datang. AKhirnya, Putry menolak banyak pesanan dan mengecewakan pelanggan. Tak hanya itu, Putri juga akui selain masalah teknologi, dia juga mendapat kendala dari sisi dukungan orang tua dan SDM yang terbatas. Namun, semuanya kini sudah dapat teratasi dengan baik, bahkan mimpi Putry untuk menghadirkan Kostoom dalam bentuk aplikasi kini sudah terwujud. Penulis: Katharina Menge

Komentar

Fresh