Berkarya Dengan Hati Dimulai Dari Roti | OPINI.id

Pastry chef yang memiliki bakery bernama BEAU yang dibuat menggunakan bahan lokal dan alami, café dan catering vegetarian bernama déj, dan akan membuka restoran Padang khusus dengan menu vegan.

Kisah Cinta Musik Jazz Dan Pastry

Cinta pertama seorang Talita Setyadi mungkin adalah musik jazz. Ini yang membuatnya menekuni jazz double bass di University of Auckland. Sejak lama, Talita selalu menikmati baking dan di New Zealand, perempuan 29 tahun ini kemudian menemukan kesamaan antara musik jazz dan kuliner, sama-sama bisa menyentuh hati dan perasaan banyak orang. Ia kemudian memutuskan melanjutkan kuliah di Le Cordon Bleu, Paris, dengan fokus pada pastry. Talita memiliki mimpi kembali untuk kembali ke tanah air dan membawa perubahan pada industri pastry dan kuliner tanah air. Setelah lama menetap di New Zealand dan Paris, Talita memutuskan kembali ke Indonesia pada tahun 2013. Awalnya, Talita sempat ragu untuk memulai bisnis bakery miliknya di Jakarta. Namun akhirnya ia memantapkan hati dan membuka BEAU di Cikajang, pada akhir tahun 2014, sebuah bakery yang menawarkan kualitas kelas dunia dengan paduan cita rasa lokal, terbuat dari bahan-bahan alami yang berasal dari Indonesia. Berawal dari 1 roti, kini BEAU punya lebih dari 80 jenis roti dan pastry yang ditawarkan dan dibuat segar setiap harinya. Bukan hanya melayani dan menyapa para penggemar roti serta kue di BEAU, kreasi makanan karya Talita kini juga tersedia di lebih dari 80 café, restoran, dan hotel di Jakarta. Berbagai kreasi pastry cantik dan nikmat, berpadu dengan aneka roti sehat seperti sourdough, BEAU jadi game changer di industri kuliner tanah air.

Berbagi Inspirasi di Dalam Negeri Hingga Ke Mancanegara

Bukan hanya di Indonesia, pencapaian Talita juga diakui secara internasional. Pada tahun 2017, Talita menjadi juri termuda sekaligus satu-satunya juri perempuan pada The World Pastry Cup, sebuah ajang perlombaan pastry bergengsi dunia yang diadakan di Lyon, Perancis. Talita kemudian menambah daftar pencapaiannya dengan masuk ke dalam daftar 30 Under 30 Forbes Asia dan baru-baru ini, baru saja dianugerahi penghargaan Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women 2018.

Meracik Bumbu dan Memperkaya Rasa Kuliner Indonesia

Talita yang seorang vegetarian kemudian mulai memperluas ekspansinya di kancah kuliner Jakarta dengan menghadirkan déj, sebuah catering dan restoran yang menyajikan ragam menu makanan dan dessert vegetarian. Selain aktif menjadi pembicara di berbagai forum dan mengajar berbagai workshop tentang kewirausahaan dan kuliner, Talita juga sedang menyiapkan sebuah proyek kuliner terbarunya. Untuk para penggemar kuliner dan cita rasa khas Indonesia, Talita akan segera membuka restoran Padang yang menyajikan menu-menu khas Sumatera Barat yang semuanya dibuat dari bahan nabati. Ke depannya, Talita ingin membawa industri kuliner tanah air agar dikenal di dunia, sekaligus mengedukasi penggemar kuliner Indonesia tentang nikmatnya menikmati makanan yang sehat. Penulis: Irina Marwan

Komentar

Fresh