Rangkul Developer Kuasai Pasar Digital | OPINI.id

Narenda Wicaksono, sosok muda berbakat dalam dunia teknologi informasi. Geliatnya terlihat sejak ia duduk di bangku perkuliahan informatika ITB. Genap di usia 25 tahun, Narenda sudah mencapai posisi technical advisor di perusahaan raksasa dunia, Microsoft.

SUPERMAN IS A GEEK.

Naren tak berkeberatan dicap sebagai geek, karena bisnisnya yang hanya berhubungan dengan pengembangan aplikasi. Naren juga menganggap dirinya adalah geek yang terinspirasi Superman, karena developer masa kini dituntut untuk bisa segalanya dan menciptakan aplikasi yang bermanfaat bagi orang banyak. Ia ingin membuat sebuah aplikasi yang bisa membantu orang-orang untuk belajar dan meningkatkan kemampuan mereka agar bisa mendapat penghidupan yang lebih baik.

CEO Dicoding

Di usia 30 tahun, Narenda mendirikan sebuah perusahaan Decoding, yang berfungsi untuk menjembatani dan membangun jejaring developer Indonesia yang terkendala keterbatasan akses pasar, pendidikan pemrograman terkini dan jejaring bisnis. Mendengar masukan dan keluhan para developer merupakan ide awal Narenda untuk mendasari lahirnya Dicoding.

Mencerdaskan Bangsa

Kebutuhan Industri akan sektor ekonomi kreatif digital, membuat Naren menjawab permasalahan dengan cara menawarkan pembelajaran online mengenai coding untuk membangun aplikasi di atas sistem. Bersama Dicoding Academy, ada 2.100 peserta yang belajar coding dari kelas MADE ('Menjadi Android Developer Expert') dibawah asuhan Narenda Wicaksono.

Aktif Kegiatan Sosial

Selain di Dicoding Indonesia, saat ini Naren juga aktif dikegiatan social, ia merupakan ketua Yayasan Masjid Digital Indonesia. Ia juga mengembangkan aplikasi bernama Masjidku. Aplikasi ini bertujuan untuk memakmurkan dan mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban serta mendukung optimalisasi ibadah umat muslim agar dapat terjalin ukhuwah islamiyah yang kokoh. Penulis: Rezqi Azhalie

Komentar

Fresh