Adrian Christopher, Peluang Di Bisnis Puding | OPINI.id

Berbisnis makanan di Indonesia, khususnya Jakarta, bukan hal mudah. Tingginya permintaan konsumen juga diimbangi dengan tingginya persaingan. Belajar dari kegigihan Adrian Christopher Agus, pendiri dari PT. Puyo Indonesia atau yang biasa dikenal dengan Puding Puyo, kalau Anda main ke mal-mal di Jabodetabek dan Bandung, maka Anda akan dengan mudah menemukan puding ini.

Berawal dari titik nol

Usaha yang dibangun Adrian benar-benar dari nol. Bersama sang adik, Eugenie, ia memasarkan puding tersebut di tahun 2013 dengan modal beberapa juta rupiah saja. Selain itu, kelezatan Puyo yang sudah terkenal juga diawali dari racikan sang ayah. Bersama sang ayah, kedua kakak beradik ini terus berkreasi dan akhirnya menemukan formula tepat. Puyo pun resmi dirilis pada bulan Juli 2013.

Memanfaatkan media sosial

Jauh sebelum media sosial memiliki efek besar bagi dunia bisnis, Adrian rupanya sudah jeli melihat kegunaan dari media sosial. Puyo pertama kali dipasarkan melalui media sosial dan secara tepat menyasar pasar anak muda yang memang menyukai makanan-makanan enak dan lucu. Pengusaha muda kelahiran Sydney, 9 November 1991, ini mengaku ia pertama kali memasarkan puding secara offline melalui bazar, bukannya merambah mal. Setelah mempunyai base pendukung yang cukup besar, barulah Puyo percaya diri mencoba berjualan secara offline.

Menjaga kualitas

Kualitas dalam makanan adalah kunci membuat bisnis F&B yang langgeng. Jika tidak enak dan harganya mahal, tentu akan ditinggalkan konsumen. Adrian mengaku kalau Puyo mempunyai keunggulan dari makanan kecil lainnya. Menurutnya, meskipun disebut puding tapi teksturnya lebih lembut sehingga disebut sebagai silky dessert. Selain itu, produk ini juga dipasarkan dengan harga yang bersahabat sehingga semua lapisan masyarakat bisa menikmatinya. Kemasan yang sederhana juga membuat produk ini mudah dibawa dan dilahap di mana saja. Atas kesuksesan Adrian bersama Puyo, ia pun menerima penghargaan Endeavor Entrepreneur of The Year 2016 dan Forbes 30 Under 30 Asia 2018. Penulis: Imelda Rahmawati

Komentar

Fresh