Akun FB LGBT Tasik Dikecam Warga,Solusi? | OPINI.id

Singaparna Kab Tasikmalaya,17/10/2018: Issue tentang adanya Eksistensi sebuah Akun Media Sosial Group Kelompok Sex Menyimpang dengan istilah LGBT |Lesbian,Guy,Bisexual And Transgender| di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat yang akhir-akhir ini “Booming” dengan Atas Nama Akun Facebook Group Guy Singaparna yang menurut Rumor bahwa telah terdata group akun-nya tersebut itu  telah mencapai Angka hampir |-Kuranglebih|memiliki Anggota hingga Mencapai 2000-orang tersebut. Kabar Ke-Hal

Mungkin Gebu Perlu di Pagar Dan Digembok

Singaparna Kab Tasikmalaya,17/10/2018: Issue tentang adanya Eksistensi sebuah Akun Media Sosial Group Kelompok Sex Menyimpang dengan istilah LGBT |Lesbian,Guy,Bisexual And Transgender| di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat yang akhir-akhir ini “Booming” dengan Atas Nama Akun Facebook Group Guy Singaparna yang menurut Rumor bahwa telah terdata group akun-nya tersebut itu  telah mencapai Angka hampir |-Kuranglebih|memiliki Anggota hingga Mencapai 2000-orang tersebut. Kabar santer  itupun kini telah menyeret  kebaradaan Komplek Perkantoran Gedung Bupati Tasikmalaya |GEBU| di Singaparna. Terkabarkan,  melalui berbagai Media Online,Cetak,Media Televisi dan Media-media lainnya  yang malangmelintang diwilayah Kabupaten setempat sempat mengabarkan bahwa,  Sang Admin Medsos Facebook dengan Akun Berbau LGBT tersebut menulis ajakan Kepada Para Anggotanya dengan Tulisan Gaya   yang ke-alay Alayan |ala-mereka-pen| dengan Sebuah status yang dia Tulis berbau Ajakan kepada para Anggotanya untuk Kumpul disebuah Tempat  , “Yuk Kumpul di Gebu,,!”. Rumor itupun berkembang hingga beberapa element Warga Masyrakat  yang Peduli terhadap keberadaan Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya sebagai Bagian dari Basis Dakwah Islamiyyah itu  sempat melakukan Demontrasi ke Gedung Perkantoran yang terletak di Jalan Bojongkoneng Singaparna tersebut,untuk meminta penjelasan dari Berbagai Lembaga Pemerintah Agar Isue LGBT itu ditelusuri dan Pelakunya dibawa Keranaha Hukum. Atas Kabar yang terdengar semakin santer itu, Penulis sempat mendatangi Kantor Dinas Satuan Pamong Praja |SATPOL PP| Kabupaten setempat sebagai Satuan Dinas yang diberi Mandate Khusus untuk mengamankan seuruh lingkungan Perkantoran yang disinyalir tempat Berkumpulnya para LGBT tersebut itu  disana. Penulispun sempat bertemu dengan H.Imam Gozali |60| Kepala Dinas Satpol PP Pemkab Tasikmalaya Jawa Barat. Dia sempat menyampaikan  bahwa “Betul Akhir-akhir ini banyak Pegiat berdatangan Ke kantor Kami , dari Mulai Unsure Ormas,LSM dan Wartawan berbagai Media , guna menanyakan hal itu , dalam hal ini saya akan menyampaikan bahwa Kami Pihak Satpol PP sedang melakukan Kajian dan Kamipun sempat mengernyitkan dahi kami disini, tentang Pertanyaan-pertanyaan yang kami sendiri kurang faham tentang istilah-istilah asing dalam persoalan ini, dan saya nyatakan bahwa Mungkin kami perlu Ilmu lagi , karena dalam hal ini saya akui bahwa Kami sebagai Pihak Pengamanan di Wilayah Gebu  Singaparna sangat kurang Ilmu menyikapi Persoalan pelik ini,dan saya nyatakan kami kurang mampu membedakan Mana Pengunjung GEBU yang Guy dan sebagainya,,!” Ucapnya dengan nada Serius. H.Imam Gozali-pun sempat bercerita banyak tentang Keberadaan Komplek Perkantoran Gebu Singaparna  yang luasnya Kurang Lebih Hampir mencapai 70 Hektaran tersebut. Perlukah Gebu Singaparna di Pagari dan Dikunci Kembali? Diapun sempat  menyampaikan bahwa “Mungkin kami perlu lagi mengusulkan kepada Pihak Pemerintah  untuk membangun lagi Pagar , lalu nantinya Kompleks Gebu ini di Kunci pada tiap Pintu masuk dan Lorong-lorong  jalan masuk Warga yang memungkinkan Pengunjung liar masuk kearena Komplek perkantoran ini ,dan para Pelaku Cabul itu Misalnya tidak akan melakukan Kegiatan diluar Pantauan Kami misalnya,!” Jelasnya pula. Namun seorang Warga setempat yang Berkegiatan sehari-hari didalam Komplek Gebu Singaparna sempat menyampaikan pendapatnya “ Menurut saya Solusi Memagar Kompleks Perkantoran Gebu bukan Solusi karena Bisa saja Mereka masuk dengan berbagai akal bulus mereka, solusinya menurut saya adalah Lampu-lampu Mercury yang ada di Kompleks Gebu dinyalakan Kembali dan Ditambah lagi lampunya terutama ditempat-tempat yang sekarang ini masih Gelap apabila Malam Tiba, dan lampu-lampu Penerangan itu bisa meminimalisir Kejahatan-kejahatan yang lainnya yang sama sekali tidak akan terdeteksi  di Kompleks yang begitu luas ini,,!” Ujar Dede Seorang Pemilik Foto Cofy di Gedung DPRD Kabupaten setempat. Kabar tentang “Kumpulnya” Para Anggota Group berbau Akun Facebook  LGBT itupun telah pula memukul Perasaan dan ulu hatinya para Penyampai Dakwah diwilayah Kabupaten yang dikenal sebagai Kota 1000 Pesantren tersebut. Berbagai Organisasi Keagamaan terdengar menyampaikan Kekesalannya atas Issue yang akhir-akhir ini berkembang begitu  santer tersebut , seorang Ulama di Kabupaten Tasikmalaya sempat menyampaikan Ungkapan kekesalannya tersebut ,dia berpendapat  “Semua pihak harus bertanggung jawab atas kabar ini,namun kami perlu sampaikan apabila Memang Eksistensinya ada dan Keberadaannya Jelas maka Kami Sarankan agar Pihak Kelembagaan Hukum di Kabupaten Tasikmalaya pada Khususnya Wajib Membumi hanguskannya,,!” Umpatnya. Kabarpun itupun semakin santer  terdengar , dan penulispun mendengar Kabar pasti bahwa Sebuah Organisasi yang Kegiatannya telah  terlembaga diwilayah Kabupaten setempat telah pula menempuh Prosedur Hukum dengan Berusaha Melaporkan Dugaan adanya Perkumpulan Group Akun Facebook Cabul Berbau Group Sex Menyimpang yang mereka Anggap bahwa Group LGBT tersebut telah membahayakan bagi Semua Generasi Muda diwilayah Kabupaten Tasikmalaya pada Khususnya,  “ Dan Berbahaya Juga bagi Generasi Muda di Seluruh Indonesia,,!” Pungkasnya. Asep Muhammad Rizal.

Wawancara Media Dengan Kepala Dinas Satpol PP Kab Tasikmalaya ,Kiai dan Warga Setempat,Adakah Solusi? Simak Videonya

Komentar

Fresh