Jangan sebar omong kosong pak Sandi, cukup! | OPINI.id

Mulai dari tempe setipis atm, nilai uang Rp 100.000 sampai harga chicken rice ditambah lagi urusan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Kayaknya bang Sandiaga Uno kebanyakan omong kosong. Tapi ini taktik atau memang sebuah kebodohan ya?

100 Ribu dapat apa?

Cawapres nomor urut 2, Sandiaga Uno menilai jika uang Rp 100.000 itu nilai jauh dibandingkan empat tahun lalu. (anyway iyalah pak, masa gak ada inflasi, hehehe #ketahuancerdasnya). Bahkan uang segitu menurutnya hanya bisa mendapat bawang dan cabai saja. Gak heran kalau banyak warganet yang melakukan tantangan #100ribudapat apa. Faktanya, justru mereka bisa beli banyak lauk pauk dan gak hanya bawang dan cabai saja.

Tempe setipis atm

Bakal cawapres Sandiaga Uno menyebut harga sejumlah bahan pokok, salah satunya tempe, terus meningkat. Menurut Sandiaga, karena harganya meningkat, ukuran tempe saat ini setipis kartu ATM. Nyatanya, itu hanya sebuah hiperbola saja. Di lapangan, tempe yang ditemukan justru tidak ada yang setipis atm kecuali keripik tempe seperti yang dibilang oleh Mendag, Enggartiasto Lukita.

Kuliner mahalan di Indonesia daripada Singapura

Pak Sandiaga bikin publik geger lagi. Kali ini dia bilang chicken rice di Singapura itu lebih murah ketimbang kulineran di Idnonesia. Sandi menyebut bahwa seporsi nasi ayam hainan di Singapura dijual seharga SGD3,5 atau setara Rp35 ribuan. Sementara jika menu makanan itu dibeli di Indonesia harganya lebih mahal sekira Rp50 ribuan. Faktanya, banyak juga netizen yang akhirnya melakukan social eksperimen dan buktinya, prediksi Sandiaga Uno lagi-lagi hanya omong belaka.

Izin Penangkapan Ikan bikin Susi Geram

Saat kampanye di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sandiaga Uno berkunjung ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu. Sejumlah nelayan Indramayu pun curhat kepada Sandiaga Uno terkait Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Ketua Koperasi Mina Sumitra, Darto, mengaku kesulitan dalam mengurus SIPI. Dari laporannya, Darto mengatakan pengusuran SIPI bisa memakan waktu lama, sehingga berdampak pada aktivitas nelayan di Indramayu. Aksi curhat nelayan ini pun direkam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun angkat bicara. “Saya mau tanggapi video yang muncul di medsos soal kunjungan Sandiaga Uno ke Indramayu. Katanya izin akan dipermudah nanti. Saya mau confirm kalau selama ini KKP tidak pernah menyulitkan izin-izin penangkapan ikan,” katanya dengan nada tinggi saat ditemui di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Rabu (17/10). Dia mengatakan, sejak 7 November 2014, pihaknya sudah membebaskan seluruh nelayan dengan kapal di bawah 10 GT dari izin penangkapan ikan. Sementara yang harus mengurus izin adalah mereka yang memiliki kapal dengan ukuran di atas 10 GT hingga 100 GT. Karenanya, Susi tampak geram saat dikatakan mengurus izin nelayan dipersulit oleh Sandi. “Jadi jangan asal ngomong dulu. Belajar dan baca dulu Undang Undang Perikanan baru komentar. Saya tidak suka sektor riil seperti ini dibawa ke ranah politik. Mestinya politikus itu kalau mau buat komentar harus banyak riset dulu,” tutup Susi kembali dengan nada tinggi dan marah.

Menurutmu Sandi beneran gak tau apa pura-pura berakting bodoh sih?
Gak tau data dia
Beneran bodoh ini mah!
3201 votes

Komentar (24)

Fresh