Tanda Pria Alami Andropause | OPINI.id

Seperti kita tahu, menopause identik dengan proses perubahan hormon yang dialami oleh perempuan pada usia lanjut. Tapi kondisi ini sebenarnya juga dialami oleh pria yang dikenal dengan istilah andropause.

Apa itu Andropause?

Andropause adalah kondisi menurunnya kadar hormon testosteron seiring dengan proses penuaan. Andropause bisa digolongkan sebagai penyakit degeneratif pria. Istilah andropause berasal dari bahasa Yunani, Andro artinya pria sedangkan Pause artinya penghentian. Jadi secara harfiah, andropause adalah berhentinya fungsi fisiologis pada pria. Berbeda dengan perempuan yang mengalami menopause, dimana produksi ovum dan hormon estrogen serta siklus haid berhenti dengan cara yang relatif mendadak. Pada pria, penurunan produksi spermatozoa, hormon testosteron, dan hormon lainnya terjadi secara perlahan. Kadang hal ini tidak disadari oleh para pria dan dianggap bagian yang normal dari proses penuaan.

Kadar Terstoteron Menurun

Andropause disebut sebagai menopause pada laki-laki atau bahasa sehari-harinya man-o-pause. Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan hormon testosteron yang dialami oleh pria setelah usia pertengahan. Testosteron mencapai puncaknya pada usia pertengahan hingga akhir usia 20an dan setelahnya hormon ini akan terus menurun setiap tahun. Pada umumnya, proses penurunan kadar testosteron pada pria dimulai pada usia 35 tahun dan terus berlangsung sampai testosteron benar-benar habis di usia sekitar 70-an. Pada usia 40 tahun, hormon pertumbuhan telah hilang hampir setengahnya, dan pada usia 80 tahun, hanya memiliki sisa beberapa persen saja.

Tanda-Tanda Andropause

Penyebab utama terjadinya Andropause sama seperti menopause pada perempuan yaitu perubahan hormon. Pada pria, akan terjadi perubahan pada kesuburan dan hormon seks. Pria yang mengalami Andropause tetap memiliki kemampuan menghasilkan sperma (memiliki anak), hanya saja terjadi penurunan libido dan penurunan kemampuan seksual. Tanda-tanda Andropause: 1. Penurunan libido atau hasrat seksual 2. Disfungsi ereksi dan impotensi 3. Sering buang air kecil 4. Susah tidur 5. Mudah lelah 6. Mudah marah walaupun untuk hal kecil atau marah tanpa sebab 7. Sering tidak percaya atau curiga pada orang lain, termasuk pada pasangan 8. Kinerja menurun, sering tidak fokus 9. Sering pusing 10. Tiba-tiba merasa panas tanpa aktivitas berat 11. Sering sulit bernapas 12. Perut dan paha makin besar 13. Berat badan naik 14. Nyeri punggung 15. Keringat berlebih Menurut pakar endokrinologi pada The Endocrine Clinic Mount Elizabeth Novena Hospital, jika seorang pria mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala ini, kemungkinan pria itu tengah mengalami ketidakseimbangan endokrin.

Cara Mengatasi

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi andropause ini adalah dengan terapi penggantian testosteron. Terapi sulih hormon testosteron disebut juga Testosterone Replacement Therapy atau TRT yang kini sudah bisa dilakukan di berbagai klinik dan rumah sakit di Indonesia. Namun terapi TRT masih menuai kontroversi, pasalnya sebagian dokter masih melarangnya, karena dianggap bisa memicu stroke dan kanker prostat, (Prostat adalah kelenjar kecil di panggul pria yang merupakan bagian dari sistem reproduksi.)

Andropause Adalah Hal Wajar

Jika seorang pria mulai menunjukkan gejala andropause, itu adalah hal yang wajar dan tidak bisa dicegah, karena setiap manusia, baik pria maupun wanita jika diberi umur panjang akan mengalami penuaan. Hal yang harus diperhatikan adalah pola makan harus lebih teratur, mulai kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan olahraga teratur, misalnya jalan kaki 30 menit setiap pagi. Selain itu, bagi para wanita atau istri, sabar adalah kunci menghadapi pria yang sedang mengalami andropause.

Apakah kamu takut menjadi tua?
Engga lah, itukan alami
Sedikit takut
Takut, tua itu keliatan jelek
696 votes

Sumber:

https://bit.ly/2CLZS30 https://bit.ly/2ElUipB https://bit.ly/2pSrUkP https://bit.ly/2PxVl71 https://bit.ly/2A82bLg

Komentar

Fresh