Mengintip Otomatisasi di Korea Selatan | OPINI.id

Sudah tahu kan kalau Korea Selatan terkenal dengan internet super kencangnya? Nah, hal ini membuat nyaris semua kegiatan sehari-hari masyarakat disana dimanjakan dengan otomatisasi. Alias, semua serba digital dan Nyaman. Hanya dengan beberapa kali klik, kita bisa dengan mudah mendapatkan tiket bis, kereta, bioskop dan lain sebagainya. Yuk Kita lihat .

Tiket Bis

Kita bisa dengan bebas memilih tempat duduk sewaktu memesan tiket.Pembayaran otomatis diambil dari kartu kredit/debit yang dimasukkan langsung saat transaksi. Setelah itu, kita tinggal datang pas hari keberangkatan dan memberikan tiket online yang telah dibeli ke supirnya. Umumnya kita bisa membeli tiket 1-2 jam sebelum keberangkatan. Begitu juga dengan pembatalan tiket atau tukar jadwal perjalanan.

Tiket Kereta

Proses pembelian tiket kereta ama dengan pembelian tiket bis. Hanya saja, di hari keberangkatan, tidak ada yang akan memeriksa tiket kita. Cukup cari gerbong dan nomor tempat duduk, dan nikmati perjalanan.

Tiket Bioskop

kalau lagi bosan , kita bisa lihat jadwal film yang lagi diputar dibioskop dan langsung beli online. Setelah sampai di bioskop yang dituju, akan ada counter khusus untuk menukar tiket yang kita beli. Tidak perlu antri lama-lama dan beresiko kehabisan tiket loh!

Beli Makanan

Beberapa restoran fastfood disini menyediakan kiosk mandiri. Tinggal pilih menu yang kita mau , gesek kartu atm / kartu kredit, ambil nomor antrian, dan ambil pesanan saat dipanggil. Yang ga enaknya, kita ga bisa pesan makanan sesuai keinginan,alias terima menu yang sudah tersedia.

Mencari Lokasi

Di beberapa tempat seperti airport dan pusat perbelanjaan, ada robot yang siap memandu kita disaat kita kebingungan mencari lokasi. Sayangnya, belum semua tempat punya fasilitas seperti ini.

Panggil Taksi

KakaoTaxi adalah salah satu aplikasi yang memungkinkan pengguna KakaoTalk, untuk memesan taksi secara online. Mirip dengan Grab dan Go-Jek di Indonesia!

Sewa Sepeda

Nyaris disemua kota besar di korea selatan punya fasilitas bike-sharing. Kita tinggal datangi kiosk sepeda yang tersebar diberbagai tempat, masukkan nomor telpon dan langsung pakai sepeda yang dimaksud. Kalau sudah selesai, tinggal parkir sepeda tersebut ke kiosk sepeda dimana saja. Pembayaran biasanya ditagih ke tagihan telepon kita.

Jadwal Bis Umum

Gak cuma itu, disetiap halte bis selalu tersedia monitor yang memberikan informasi nomor bis serta berapa lama bis tersebut tiba di halte.

Indonesia Kapan Ya?

Tapi, meskipun semuanya serba digital, pemerintah tetap menyediakan pelayanan publik konvensional untuk memastikan mereka-mereka yang gaptek tetap bisa merasakan fasilitas yang sama. Kira-kira Indonesia bisa lebih baik tidak ya?

Komentar (2)

Fresh