Wilayah Yang Pernah Alami Likuifaksi Tanah | OPINI.id

Peristiwa likuifaksi saat gempabumi besar pada zona seismik atau jalur gempabumi merupakan sesuatu yang dapat terjadi, dan dapat menimbulkan kerusakan yang luas pada bangunan dan sarana infrastruktur di suatu wilayah. Selain di Palu, Sulawesi Tengah, wilayah mana saja yang pernah mengalami fenomena Likuifaksi? Yuk kita simak bareng-bareng --->

Wilayah Di Indonesia

Likuifaksi (liquefaction) merupakan fenomena berkurangnya kekuatan dan kekakuan tanah dikarenakan getaran yang diakibatkan oleh gempa maupun guncangan lainnya. Ketika guncangan terjadi, sifat tanah yang dalam keadaan padat menjadi cair karena material air yang tinggi. Peristiwa likuifaksi dapat menimbulkan amblesan, keruntuhan, tilting pada bangunan, ground cracking maupun kelongsoran. Salah satu contoh dari efek likuifaksi adalah kerusakan-kerusakan yang dihasilkan selama gempabumi di Indonesia adalah saat gempa di Bengkulu 2000, 2007, gempabumi Aceh 2004, gempabumi Nias 2005 dan gempabumi Jogjakarta 2006, lalu gempabumi Solok 2007, gempabumi Tasikmalaya 2009, gempabumi Padang 2009 dan gempabumi Mentawai 2010.

Sumatera, Jawa dan Bali

Wilayah Sumatera, Jawa, Bali merupakan wilayah yang memiliki kerentanan bahaya gempabumi yang tinggi karena wilayah ini berada dekat lajur subduksi dan lajur patahan Semangko (Solok Padang), patahan Opak (Jogjakarta). Lajur subduksi merupakan lajur tumbukan lempeng IndoAustralia dengan lempeng Eurasia. Peristiwa gempabumi yang pernah terjadi di Sumatera yaitu pada pada tahun 1770, 1883 (8,9 SR), 1861 (8.2 SR), 1906 (7.2 SR), 1931 (7.8 SR), 1958 (7.4 SR), 1979 (5.2 SR, 1991 (5.9 SR), (2000) 7.9 SR, tahun 2007 (7.8 SR) dan terakhir tahun 2009 (7.6 SR). Sedangkan di Jawa pada 4 Januari 1840, 20 Oktober 1859, 10 Juni 1867, 28 Maret 1875, 23 Juli 1943, 12 Oktober 1957, 14 Maret 1981, 27 Mei 2006 (6,2 SR), 17 Juli 2006 (7.7 Mw) dan 2 September 2009 (7.3 Mw). Gempa bumi yang terjadi tersebut diikuti dengan peristiwa likuifaksi umumnya mempunyai skala diatas 5,5 Mw

Lombok

Likuifaksi juga terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akibat tekanan gempa 7 SR yang terjadi Juli 2018, menyebabkan munculnya lumpur di Desa Selengen Kecamatan Kayangan Lombok Utara. Sejumlah bangunan roboh karena bangunan berdiri diatas tanah gembur dan pondasi patah. Manifestasi di permukaan biasanya berupa lumpur pasir yang berbutir halus keluar dari retakan tanah dan kadang sumur air hilang dan isinya berganti pasir.

Amerika

1906, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,9 melanda California tengah utara, San Francisco. Selama gempa, kerusakan yang disebabkan oleh likuifaksi adalah di daerah Distrik Mission dan area Market Street. Banyak kerusakan akibat likuifaksi pada gempa ini terjadi di daerah "reklamasi" yang dulunya teluk atau tanah rawa. 1964, gempa berkekuatan 9,2 SR pernah mengguncang Alaska, Amerika Utara. Gempa ini juga mengakibatkan kawasan Cracked, Alaska terdampak likuifikasi dan hancur akibat lapisan tanah yang mencair. 1989, gempa Loma Prieta menghantam California Utara. Episentrum (pusat) gempa berada di Pegunungan Santa Cruz, jauh dari pusat populasi. Namun menyebabkan kerusakan yang cukup besar di Santa Cruz karena gempa berlokasi di dekatnya.

Jepang

1964, peristiwa di Niigata merupakan salah satu likuifaksi yang paling terkenal. Fenomena ini terjadi pada 16 Juni 1964 pascagempa bermagnitudo 7,5 SR. Gempa ini diikuti dengan bencana tsunami yang mengakibatkan tanah berubah menjadi lumpur dan menyebabkan kawasan Sungai Shinano terdampak likuifikasi. Akibatnya, bangunan apartemen amblas. 1995, gempa besar melanda Hanshin-Awaji, Jepang. Gempa bermagnitudo 7,2 itu disebabkan oleh tiga buah lempeng: lempeng Filipina, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia yang saling bertabrakan. Gempa yang berlangsung selama 20 detik, mengakibatkan kerusakan besar kota Kobe yang terletak sekitar 20 km dari pusat gempa, karena terjadi likuifaksi. Bencana memakan korban jiwa 6.433 orang warga Kobe.

China

1976, gempa bumi dengan magnitudo 7,6 SR mengguncang wilayah Tangshan, China. Wilayah seluas 2.400 km tersebut tersapu diperkirakan terdampak likuifikasi berat yang mengakibatkan kerusakan di hampir seluruh bangunannya. Gempa utama berlangsung 'hanya' 14 sampai 16 detik, namun mengakibatkan 250 ribu warga meninggal dunia. Tapi banyak orang yakin, jumlah mereka yang tewas sampai 750 ribu jiwa.

Selandia Baru

2010, gempa bumi Christchurch merupakan gempa berkekuatan 7,1 SR yang mengguncang Pulau Selatan, Selandia Baru. Gempa ini disebabkan oleh tumbukan beruntun antara lempeng tektonik Australia dan Pasifik Guncangan gempa selama 40 detik ini, menyebabkan berbagai kerusakan fasilitas umum terutama yang berada di kota Christchurch akibat fenomena likuifaksi. Saat gempa mengguncang lumpur berwarna keabuan muncul dari tanah dan menghancurkan sebagian wilayah tersebut.

Sumber :

http://www.vsi.esdm.go.id/ https://japantoday.com/ https://www.usgs.gov http://geotek.lipi.go.id/ https://www.bmkg.go.id/ https://bit.ly/2OK8Fbk Jurnal Ilmiah: "Indentifikasi Potensi Likuifaksi Akibat Gempabumi di Daerah Sumatera, Jawa dan Bali" (Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Tahun 2014 - Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Bandung)

Komentar

Fresh