Setidaknya 5000 orang dikabarkan hilang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Petobo dan Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah akibat likuefaksi. Gak cuma itu, bahkan akibat likuefaksi, wilayah ini sudah tidak bisa dihuni lagi.

Medan yang sudah rusak total

Gempa sebesar 7,4SR mengakibatkan kerusakan parah di kelurahan Petobo Palu, Sulteng. Wilayah ini juga dihantam oleh lumpur hitam saat gempa. Gak hanya bangunan yang rusak parah serta hilangnya ribuan orang akibat tertelan bumi yang mendadak empuk lantaran efek likuefaksi, tapi wilayah ini dipastikan sudah tak bisa dihuni lagi. Semua warga selamat harus relokasi dan tak boleh singgah di wilayah ini karena medan,fondasi, dan geologinya sudah tidak bisa terpakai lagi.

Tanah jadi gembur

Wilayah Petobo memang mengalami likuifaksi atau penggemburan lapisan tanah pasir akibat guncangan gempa berkekuatan lebih dari 6 magnitudo. Kondisi permukaan air tanah yang dangkal membuat kekuatan lapisan tanah pasir hilang seolah mencair.

Kerusakan vital yang luas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut wilayah yang 'ditelan bumi' itu mencapai 180 hektare dari total luas keseluruhan Petobo sekitar 1.040 hektare.

Kamu setuju gak wilayah ini sudah dinyatakan tak layak huni lagi?
Setuju aja demi keselamatan
Kurang setuju
3629 votes

Komentar

Top Konten