Wajib tahu fakta UWRF 2018 | OPINI.id

Inilah adalah ajang dimana para penulis berbakat Indonesia bisa menampilkan karya-karya terbaiknya. Gak hanya itu, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) juga bisa membuka jalan di dunia kepenulisan yang lebih matang dan profesionalisme.

Apa yang menarik di Ubud Writers & Readers Festival 2018?

Sebelum bahas yang menarik, ada yang tahu atau ada yang masih suka sering datang ke acara UWRF ini? Ini adalah seleksi penulis sekaligus tempat berkumpulnya pecinta sastra,seni, dan budaya dari seluruh dunia. Acara ini dinaungi oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati. Dengan tema 'Jagadhita' yang diartikan sebagai 'Dunia yang kita ciptakan', Ubud Writers & Festival 2018 akan diadakan pada tanggal 24-28 Oktober 2018 di Bali. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,tahun ini Yayasan Mudra Swari Saraswati hanya memilih lima penulis emerging. Hal ini mencerminkan komitmen UWRF untuk menempatkan kualitas karya sebagai parameter yang paling utama dalam proses seleksi. Emerging adalah istilah yang digunakan oleh UWRF untuk para penulis Indonesia yang memiliki karya berkualitas namun belum memperoleh publikasi yang memadai. Di tahun ke-15 ini, kamu bakal banyak menemukan hal yang menarik. Ada lebih dari 180 pembicara nasional dan internasional dari lebih 30 negara yang akan mengisi lebih dari 200 program UWRF. UWRF18 sendiri akan menghadirkan Susi Pudjiastuti, Yenny Wahid, Ndaba Mandela, Sapardi Djoko Damono, Hanif Kureishi, Dee Lestari, Fatima Bhutto, Garin Nugroho, Kamila Andini, Nyoman Nuarta, Marty Natalegawa, dan masih banyak lagi. Seperti diketahui,Sapardi Djoko Damono adalah seorang penyair legendaris yang masih aktif berkarya di usia senja, keren kan pastinya!

Ada program Poetry Slam dan pembicara spesial

Buat yang suka banget membuat puisi, di UWRF18 ada programnya. Poetry Slam adalah kompetisi berpuisi dan mengekspresikan diri. Ini salah satu free events paling favorit di UWRF. Gak ketinggalan, acara ini juga dihadiri oleh Jesse Oliver dan Women of Words Poetry Slam. Di tahun ini, UWRF menghadirkan Taman Puisi, di mana para pengunjung festival bisa mengekspresikan diri dan bertemu dengan para pecinta puisi. Selain itu di UWRF 18 juga menghadirkan pembicara spesial yaitu Ndaba Mandela. Dia adalah cucu presiden pertama Afrika Selatan sekaligus Co-Founder dan Co-chairman dari Afrika Rising Foundation yaitu sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mempromosikan citra positif Afrika kepada dunia.

Kamu sendiri suka gak sama sastra, seni dan budaya?
Suka
Biasa aja
Gak suka
13 votes

Komentar

Fresh