Kenapa Skandal Ratna Cepat Terungkap? | OPINI.id

Hanya dalam waktu 4 hari, skandal kebohongan Ratna Sarumpaet bisa terbongkar. Cepet banget nih kerja Kepolisian Republik Indonesia buat menangkal hoax! #prokprok

2 Oktober 2018

09.00 WIB Akun Facebook bernama Swary Utami Dewi mengunggah capture WhatsApp pada Selasa (2/10/2018) sekitar pukul 09.00 pagi. Status ini belakangan malah dihapus. 10.51 WIB Foto bengep Ratna dikonfirmasi oleh politikus. Konfirmasi langsung pertama dilakukan politikus Partai Gerindra Rachel Maryam pukul 10.51 WIB siang. Melalui akun Twitter-nya @cumarachel, dia bilang penganiayaan itu benar. Gak cuma Rachel, kabar penganiayaan tersebut juga diamini Juru Bicara Tim Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak. Pengacara Ratna, Samuel Lengkey juga sampaikan konfirmasi. 16.00 WIB Fadli Zon @fadlizon posting di akun Twitternya. Dia bikin tweet, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus calon presiden 2019 Prabowo Subianto menjenguk Ratna Sarumpaet buat sampaikan simpati. 19.00 WIB Prabowo menggelar jumpa pers di kediamannya di Kertanegara. Saat itu, Prabowo yakin ada motif politik di balik penganiayaan yang dialami Ratna. Keyakinan Prabowo tersebut muncul karena gak ada barang berharga maupun uang Ratna yang hilang pasca-penganiayaan.

3 Oktober 2018

08.00 WIB Beredar file .pdf laporan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya soal hasil penyelidikan kasus Ratna. Wow, polisi gercep banget ya. Polisi temukan fakta kalau Ratna gak dirawat di 23 rumah sakit dan tidak melapor ke 28 Polsek di Bandung. Ratna sebenernya datang ke Rumah Sakit Bina Estetika di Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September 2018 sekitar pukul 17.00. 10.30 WIB Setelah file hasil penyelidikan yang bocor itu beredar, Polda Metro Jaya menggelar jumpa pers memberikan konfirmasi hasil penyelidikan. Tidak ada penganiyaan, kata polisi. 15.00 WIB Ratna Sarumpaet mengaku berbohong. "Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu," ujar Ratna. Wajah Ratna sempat lebam karena operasi sedot lemak yang dijalaninya di RS Bina Estetika. Ternyata dia gak mau anak-anaknya tahu kenapa wajahnya benjut. Makanya dia bilang dia dipukuli beberapa orang. Dia ngaku kalau alasan itu untuk internal keluarga saja. #TapiViral. #Eh 19.00 WIB Prabowo Subianto kembali menggelar jumpa pers. Dia minta maaf karena ikut menyebarkan berita bohong mengenai penganiayaan Ratna Sarumpaet. Buntutnya, Ratna Sarumpaet diminta mengundurkan diri dari Badan Pemenangan Prabowo - Sandiaga Uno di Pemilu 2019.

4 Oktober 2018

20.00 WIB Polisi menangkap Ratna Sarumpaet di Bandara Internasional Soekarno Hatta saat akan cabut ke Santiago, Cile. Ratna kabarnya bakal menghadiri acara Konferensi The 11th Women Playwrights International Conference 2018. Awalnya, dia sudah diperiksa sebagai saksi. Tapi karena niat pergi ke luar negeri, statusnya langsung naik jadi tersangka. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono bilang penangkapan tersebut terkait dengan statusnya sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoax atau berita bohong. Sebelum ditangkap, polisi juga sudah mengirimkan surat pencegahan kepada pihak Imigrasi. Kepolisian bakal menjerat Ratna dengan pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Selain itu, Ratna juga bakal dikenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 28 juncto pasal 45. "Ancaman hukumanya maksimal 10 tahun penjara," Kata Argo. 23.00 WIB Media memuat bocoran surat permohonan Ratna Sarumpaet kepada Gubernur DKI Anies Baswedan untuk pergi ke Cila. Surat itu permohonan sponsor itu dikirimkan Ratna Sarumpaet kepada Anies pada 31 Januari 2018.

5 Oktober 2018

Dinihari Setelah melakukan penangkapan Ratna kemudian digelandang ke Markas Polda Metro Jaya. Ia kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan dan kemudian penggeledahan di kediamanan di Kawasan Kampung Melayu Kecil, Jakarta Selatan pada Jumat dini hari, 5 Oktober 2018. Angin skandal pun menyerempet ke Gubernur DKI Anies Baswedan. Soalnya, dia yang kasih persetujuan sponsor duit keberangkatan Ratna ke Cile. Kasus pun bergulir cepat. Ratna gak cuma kena kasus hoax, tapi rekening Ratna buat operasi plastik pun bakal dikorek. Rekening itu sama kayak rekening yang dipakai buat donasi korban kapal tenggelam di danau Toba.

Kenapa Plokis Cepet Bener?

Nah, ini nih yang menarik. Hanya dalam itungan hari, skandal kebohongan yang menimpa 250 juta orang Indonesia bisa terungkap. Kok tumben sih Pak Plokis gercep gini? Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto kasih tahu alasan kenapa kasus Ratna dengan cepat bisa diungkap aparat lantaran situasinya mendukung. “Dalam mengungkap satu kasus itu ada beberapa faktor. Diantaranya faktor lucky, kecepatan, dan lain-lain. Nah kasus yang ini kita banyak dibantu dengan situasi yang mendukung, mudah terungkap,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/10). Faktor yang mendukung itu, kata Setyo diantaranya keberuntungan. Misalnya, ketika beredarnya kabar pengeroyokan Ratna di Bandung pasca dia menghadiri seminar Internasional di Bandung, kemudian didukung dari keterangan otoritas Bandara yang menguatkan bahwa tidak ada info kejadian pemukulan tanggal 21 September 2018. Jadi, dari pernyataan di atas faktor kecepatan itu ada dua nih gaes. Yang pertama, mestakung alias semesta mendukung. Yang kedua, polisi beruntung! #kemudianhening

Menurut lo, kenapa kerja polisi bisa secepat itu?
Rajin
Hoax kudu dilawan
1067 votes

Komentar (1)

Fresh