Kader Muda Belajar Perekonomian Bangsa | OPINI.id

KBFP (Kader Bangsa Fellowship Program) udah resmi digelar nih, guys! Program ini ngajak anak-anak muda yang bakal nyaleg buat belajar mengenai berbagai hal mengenai permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan bagaimana cara menyikapinya. Program ini akan berlangsung pada tanggal 1-5 Oktober 2018 di Jakarta dan diikuti puluhan kader partai muda yang bakal jadi caleg dari berbagai partai dan wilayah di Indonesia. Kuy, lihat antusiasme mereka pas lagi belajar perekonomian bangsa!

Workshop Perdana

Hari pertama program ini diadakan pada Senin (01/05/2018). Workshop pertama digelar di Diskusi Kopi, Setiabudi, Jakarta. Narasumber yang mengisi workshop ini adalah Berly Martawardaya, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Direktur Indef (Institute for Development of Economic and Finance), sekaligus staff ahli KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional). Berly mengajak para kader bangsa buat memahami apa aja sih permasalahan ekonomi yang lagi dihadapi Indonesia. Usai menyampaikan presentasinya, ia mengajak kader-kader muda ini untuk berdiskusi yang disambut dengan antusiasme yang ditunjukkan dengan ramainya pertanyaan yang diajukan para kader.

Bahas Kondisi Ekonomi

Menurut Berly, kondisi ekonomi kita tetap baik walau dolar naik. Pertumbuhan ekonomi kita di tahun ini aja capai 5,3%. Penyebabnya antara lain karena majunya pembangunan infrastruktur, terutama di luar pulau Jawa, serta karena investor luar negeri pada tertarik untuk menyuntikkan dana mereka di Indonesia. Meski begitu, ia menekankan kalau kita harus bikin proses produksi kita agar manfaatkan teknologi dan bisa diekspor. Selain itu, kita juga harus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) kita serta beralih dari energi minyak ke energi listrik.

Lurusin Logika Bengkok

Banyak logika salah tentang perekonomian kita yang berusaha dilurusin sama Berly. Yang pertama masalah infrastruktur. Infrastruktur yang telah dibangun bikin akses transportasi makin baik sehingga produk-produk dari daerah mudah untuk dipasarkan sekaligus bikin logistik masuk jadi lancar sehingga gak ada ketimpangan harga antar daerah. Kedua, masalah TKA (Tenaga Kerja Asing). TKA ini jadi bukti ramainya investasi dari negara lain serta jadi kesempatan kita buat belajar dari tenaga ahli buat pengembangan SDM kita ke depan. Begitu pula masalah BBM naik yang disebabkan naiknya harga minyak dunia harusnya jadi peringatan buat kita untuk beralih ke energi alternatif.

Komentar

Fresh