Wregas Bhanuteja, Sutradara Muda Indonesia | OPINI.id

Pemuda berbakat ini sempat mencuri perhatian masyarakat saat namanya tercatat dalam berbagai pemberitaan di media mengenai Festival Film Berlinale di tahun 2015 lalu. Wregas Bhanuteja adalah seorang sutradara termuda di ajang internasional tersebut. Wregas Bhanuteja kelahiran 20 Oktober 1992, ia adalah lulusan dari SMA De Britto Yogyakarta. Setelah lulus SMA Wregas melanjutkan pendidikannya di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta angkatan 2010.

Awal Karir dari Asisten Sutradara

Sejak kuliah, pemuda kelahiran Yogyakarta ini memang sudah sering terlibat dalam pembuatan film-film besar sebagai asisten sutradara seperi Athirah, Sakola Rimba dan Nyanyian Musim Hujan. Wregas juga pernah membuat film saat duduk di bangku SMA karena keresahannya terhadap suara knalpot yang bising di Jogja. Total 10 film pendek sederhana yang dibuatnya, salah satunya yang berjudul “AKU” berhasil menang sebagai juara 1 di Kompetisi Film Pendek Psymotion Yogyakarta.

Prestasinya Luar Biasa

Lemantun - Film Pendek Terbaik, XXI Short Film Festival 2015 - Film Pendek Terbaik, Apresiasi Film Indonesia 2015 - Film Pendek Terbaik Piala Maya 2015 Prenjak - Leice Cine Discovery Prize, Best Short Film, 55th Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2016 - Cinema Nova Awards, Best Short Film, Melbourne International Film Festival 2016 - Piala Citra, Festival Film Indonesia 2016 - Silver Screen Awards, Best Short Film, Singapore International Film Festival 2016 - Best Short Film, Prague Short Film Festival 2016

quote-mark

Carilah aktor sesuai dengan karakter tokoh yang ingin kalian ceritakan, tidak perlu membuat orang lain jadi tokoh yang kamu inginkan

Bermodal Rp35 ribu Tembus Berlin

Wregas tak menyangka saat itu dengan bermodal Rp35 ribu mampu menghantarkan salah satu film garapannya masuk Berlin International Film Festival. Saat itu Jogja sempat mandi hujan abu dari Gunung Kelud. Tidak ada aktivitas luar yang bisa dijalankan. Dari dalam rumah ia mengambil video hujan abu dari balik jendala. Lalu ia berfikir untuk mengolah video tersebut menjadi film. Lembusuro adalah tokoh penjaga gunung sedang menari. Modal Rp35 ribu hanya digunakan untuk membeli topeng yang digunakan Lembusuro untuk menari.

Komentar

Fresh