Teror Bom di Gereja Koptik Mesir | OPINI.id

Bom meledak di dua Gereja Koptik Mesir yang terpisah jarak 120 km, Minggu (9/4/2017) menyebabkan 31 orang tewas dan puluhan luka-luka.

Ledakan pertama terjadi di Gereja Mar Girgis atau atau St. George di Tanta pada pagi hari menewaskan 25 orang. Ledakan kedua menghantam bagian luar Gereja St. Markus di Alexandria/Iskandariyah sore harinya menewaskan 6 orang.

Kejam! Bom Meledak di Altar Gereja Koptik Mesir

Siapapun pelaku teror bom di dua gereja Koptik Mesir ini kejam sekali. Apalagi terjadi saat umat Kristiani menjalankan ibadah Minggu Palma, salah satu hari suci umat Kristen yang menandai masuknya Yesus Kristus ke Jerusalem.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mesir, Jenderal Tarek Atiya dikutip AFP mengatakan bahwa ledakan di Tanta terjadi dekat altar. Gubernur Provinsi Gharbeya, Ahmad Deif kepada Televisi Nil dan dikutip BBC, menyebut bom itu mungkin dipasang di dalam gereja.

Sementara ledakan bom di Gereja Koptik St. Markus, Alexandria diduga dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri.

Tidak Ada Korban WNI akibat Teror Bom di Mesir

Sejauh ini tidak ada korban warga negara Indonesia (WNI) dalam teror bom di dua gereja Koptik, Mesir tersebut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mesir mengeluarkan pernyataan atas nama Dubes Helmy Fauzi sebagai berikut:

Pada 9 April 2017 telah terjadi dua ledakan bom di dua gereja di Mesir. Kedua ledakan tersebut terjadi saat jamaat memenuhi gereja untuk merayakan Palm Sunday.

Bom pertama terjadi pada pkl 10.20 WS di gereja Mar Girgis Coptic, Central Delta, Kota Tanta, Provinsi Gharbeya. Informasi dari otoritas setempat, diperkirakan sekitar 26 orang korban tewas dan 71 lainnya mengalami luka.

Ledakan kedua terjadi pada sore hari di gerbang Gereja St Mark, Alexandria. Otoritas setempat mengkonfirmasi bahwa ledakan kedua tersebut adalah bom bunuh diri. Informasi dari otoritas setempat memperkirakan sekitar 11 orang korban tewas dan 66 orang lainnya mengalami luka.

Sejauh ini diperoleh informasi tak ada WNI yg jadi korban pada kedua peristiwa tersebut. Melalui saluran informal dan kekeluargaan masyarakat Indonesia di Mesir, KBRI Cairo mengimbau agar WNI meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat keramaian jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Berdasarkan data Kemlu terdapat sekitar 5.711 WNI di Mesir. Sebagian besar adalah mahasiswa.

Hotline Perlindungan WNI Kemlu 081290070027

Kristen Koptik Jadi Sasaran Teror

Teror kepada umat Kristen Koptik di Mesir meningkat sejak 2013 ketika militer menggulingkan presiden terpilih Mohammad Morsi dan menekan kelompok Islam radikal. Pendukung Mohammed Morsi, yang berasal dari Ikhwanul Muslimin, menuding kaum Kristen mendukung penggulingan tersebut. Pada Desember 2016, teror bom di Gereja Koptik, Kairo saat misa kebaktian menewaskan 25 orang. ISIS pada bulan Februari lalu juga mengancam akan melakukan serangan terhadap orang-orang Koptik yang saat ini mencapai 10 persen penduduk Mesir.

ISIS Pelaku Teror Bom di 2 Gereja Koptik Mesir

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim sebagai pelaku teror bom di dua gereja Koptik, Mesir pada Minggu (9/4/2017). Klaim ISIS tersebut diberitakan Amaq, media yang menjadi sayap organisasi radikal tersebut. Tidak ada konfirmasi langsung dari ISIS, namun selama ini Amaq sering menjadi corong ISIS.

Video Detik-detik saat Bom Meledak di Gereja Koptik Mesir

Video rekaman amatir memperlihatkan suasana detik-detik saat bom meledak. Misa Minggu Palma sedang berlangsung saat bom meledak dan menyebabkan rekaman video terganggu. Kepala Gereja Koptik Paus Tawadros II memimpin misa di dalam gereja saat terjadi serangan itu.

Teroris Tak Bertuhan

"Terrorism has no religion, race or nationality. And perpetrators of this bloodthirsty attack have nothing to do with humanity." Sering banget pelaku teror mengatasnamakan ajaran agama untuk membenarkan aksinya. Padahal, tidak ada agama apapun yang mengajarkan tindakan brutal tak berperikemanusiaan. Saatnya bilang Teroris Tak Bertuhan. Foto: Reuters

Komentar

Fresh