YSTC Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesejahteraan | OPINI.id

Apa yang kamu bayangkan ketika mendengar Tempat Pembuangan Akhir (sampah)?

Bau, kotor, penyakit, pemulung dan kata-kata lain yang mungkin terlintas di benakmu. Di Makassar khususnya, 700 sampai 800 ton sampah dihasilakan oleh sekitar 1,5 juta populasi setiap harinya. Sampah-sampah tersebut ditimbun di TPAS Tamangapa dengan luas area sekitar 16,8 hektar.

Bahaya keselamatan dan kesehatan

Meskipun risiko terpapar bahaya keselamatan dan kesehatan sangat tinggi, ratusan masyarakat tetap menggantungkan hidupnya untuk memulung di TPAS ini. Dari hasil survei yang dilakukan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) yang merupakan rekanan dari Save the Children, ada 438 keluarga pemulung di TPAS Tamangapa yang didalamnya terdapat 430 anak usia 7 - 18 tahun yang telibat dalam aktivitas memulung. Dalam kunjungan bersama YTSC, tim Opini.id berkesempatan menilik lebih jauh mengenai Program Perlindungan Anak BRIGHT (Bring and Gift Hope Outside of Trash) di TPSA Tamangapa, Makassar. Program yang digagas atas kepedulian YSTC terhadap anak-anak untuk memastikan mereka mendapatkan hak mereka atas masa kecil dan perlindungan di tempat yang memiliki risiko besar.

Sebagian besar adalah pendatang

Manajer Program Perlindungan Anak YSTC - BRIGHT, Ikhwana Mustafa mengatakan, sebagian besar keluarga pemulung di sana bukan warga asli Makassar. Mereka imigran dari sejumlah wilayah di Makassar yang sengaja datang mencoba peruntungan ekomoni yang lebih baik di TPAS Tamangapa, Makassar. "Masyarakat yang datang dari luar Makassar, wilayah tetangga-tetangganya Makassar seperti Bulukumba dan Jeneponto. Mereka bermigrasi ke sini mencari nafkah karena TPA menjadi memang meggiurkan," tutur Ikhwana saat ditemui di lokasi. Ia melanjutkan, "Cari uang di sana bisa dengan mudah. Kalau mau beli pulsa, misalnya, cari korek-korek saja sampah dan lalu timbang. Dapatlah itu Rp 20-50 ribu sehari." Namun demikian, karena mayoritas merupakan masyarakat pendatang, sulit bagi mereka untuk mendapatkan perlindungan sosial serta mengakses program-program pemerintah seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Tujuan program

Program yang telah memasuki kuartal akhir di tahun pertama ini memili empat tujuan yaitu, 1. memperkuat sistem perlindungan anak dan mekansime pengaduan 2. memperkuat pengelolaan keuangan dan simpanan rumah tangga 3. meningkatkan kesiapan kerja bagi remaja usia 15-18 tahun untuk mengakses peluang kerja selain sektor pengelolaan samph informal 4. meningkatkan kapasitas rumah tangga untuk menginisiasi sumber penghasilan alternatif

Kamu juga bisa mendukung!

YSTC menggandeng pemerintah setempat, komunitas dan organisasi sosial untuk memastikan tujuan Program BRIGHT tercapai. Kamu ingin mendukung juga program ini? Bagikan artikel ini ke media sosial sekarang.

Sudah share atikel ini?
Sudah dong
Oke, gw share sekarang
19 votes

Komentar

Fresh