DPRD korup dana korban gempa Lombok, teganya! | OPINI.id

Tega banget sih! Udah kena musibah, masa duit sumbangan untuk para korban gempa di Lombok disikat juga!

Dana korban gempa dikorup, otaknya kemana?

Memprihatinkan, sangat-sangat memprihatinkan sekali. Indonesia Corruption Watch atau ICW bertanya-tanya, apa alasan dana perbaikan rumah korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat belum dicairkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Usut punya usut ternyata, ada korupsi dana rehabilitasi gempa yang melibatkan anggota DPRD Kota Mataram. Almas Sjafrina selaku peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW). Meminta agar Kejaksaan Negeri Mataram (NTB) mengganjar pelaku dengan hukuman maksimal meski barang bukti yang ditemukan hanya Rp 30 juta. “Alat buktinya seberapa pun tetap penting ditindaklanjuti berapa pun nilai uang yang dikorupsi oleh tersangka korupsi,” ujar Almas di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018). Seperti diketahui, tiga orang sudah diamankan dan semuanya adalah anggota DPRD kota Mataram berinisial HM, Kepala Dinas Pendidikan berinisial SD, dan seorang kontraktor CT.

Mental preman dan korup anggota dewan

Munir sang koruptor dana rehabilitasi korban gempa lombok ditangkat di warung makan jalan Cakranegara kota Mataram. Saat itu, dia diduga sedang minta uang dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Sud dan seorang kontraktor berinisial CTH. Tim kejaksaan menyita uang Rp30 juta dari lokasi transaksi itu. Ironisnya, pemerasan itu diduga terkait dana bencana gempa untuk rehabilitasi gedung sekolah. Proyek rehabilitasi senilai Rp4,2 miliar itu dianggarkan dari APBD Perubahan tahun 2018 untuk perbaikan 14 unit gedung SD dan SMP terdampak bencana gempa bumi di Kota Mataram. Coba bayangkan deh, apa gitu isi otaknya anggota dewan ini. Sudah jelas-jelas dampak kerugian yang terjadi di Lombok akibat gempa mencapai Rp 7,7 triliun. Udah gitu kan Presiden Jokowi juga udah menyerahkan rekening kepada 5.293 warga yang rumahnya rusak berat, masing-masing berisi dana Rp 50 juta, sejak Minggu (2/9/2018) lalu.

Setuju gak kalau khusus buat pelaku korupsi itu dihukumnya pakai hukum Islam?
Setuju biar kapok
Gaklah beda soalnya
949 votes

Komentar (4)

Fresh