6 Tips Investasi Kece dari Buffett | OPINI.id

Siapa sih yang kagak kenal dengan Warren Buffett. Dia adalah seorang investor, pengusaha, dan philanthropist asal Amerika. Menurut Forbes, pada 2015 ia menyandang sebagai orang terkaya ketiga di dunia tahun 2015 setelah sebelumnya pada 2012 majalah Time menyebutnya sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia. Sebagai seorang investor saham yang sukses, ia ternyata memiliki strategi dalam berinvestasi. Berikut ini 6 strategi berinvestasi yang bisa dipetik dari Warren Buffett:

1. Fokus pada apa yang diminati dan dipahami

Fokus melakukan investasi pada bidang yang diminati dan didasari pengetahuan yang baik adalah modal utama dalam investasi seperti yang dilakukan oleh Buffet. Selain itu, fokus investasi pada perusahaan yang produk-produknya yang tiap hari kamu gunakan adalah salah satu caranya. Agar bisa fokus, bacaan-bacaan yang bermutu juga perlu disiapkan.

2. Berpandangan jangka panjang

Kepemilikan saham di sebuah perusahaan itu untuk selamanya, demikian dikatakan Buffett pada suatu ketika. Faktanya, ia berinvestasi untuk pertama kalinya di Coca-Cola pada 1988 dan sejak itu ia tak pernah menjual satu lembar pun sahamnya. Karena berpegang pada pandangan investasi jangka panjang, ia toh tetap mempertahankan American Express meski pernah mengalami masa-masa yang sulit.

3. Memilih manajemen yang bersih

Manajemen perusahaan yang acak-acakan selalu dihindari Buffet. Ia selalu memandang pentingnya manajemen yang bersih. Tak mengherankan, manakala membeli sebuah perusahaan yang gulung tikar, ia tak segan meminta manajemen lama juga bubar dan membentuk manajemen yang baru. Sikap ini relevan dengan apa yang pernah dikatakannya bahwa butuh waktu 20 tahun untuk membangun sebuah reputasi dan hanya dalam lima menit untuk menghancurkannya.

4. Bertindak ekstrem dengan pandangan yang jernih di saat yang tepat

Buffet ini tipe investor yang takut ketika orang lain serakah dan ia sendiri serakah ketika orang lain takut. Dengan begitu ia memang tipe investor yang bersemangat saat pasar sedang lesu. Terbukti strateginya ini berhasil menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang terkena resesi, seperti General Electric, Bank of America, Dow Chemical hingga Goldman Sachs. Sebagai penganut teknik valuasi Benjamin Graham, ia tentu saja memilih perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan utang yang rendah dan return of equity yang tinggi.

5. Memiliki dana cadangan

Dana cadangan itu penting bagi investor. Manakala terjadi hal-hal yang tak diinginkan dan tak terduga, tentu dana cadangan sangat bermanfaat. Berbeda dengan investor pada umumnya, dana cadangan ini dimasukkan juga dalam laporan tahunannya.

6. Tahu kapan membeli dan menjual secara tepat

Buffet tahu saat yang tepat saat harus membeli dan menjual sahamnya. Ia termasuk konsisten membeli saham Wells Fargo sejak masa resesi dan menambahkan secara bertahap alias tidak senang memborong saham pada sekali waktu. Alhasil, saham yang dibelinya mendatangkan keuntungan besar. Ia pernah mengoleksi saham bernilai miliaran dolar AS di Procter & Gamble (P&G) melalui merger antara P&G dan Gillette. Dalam perjalanan waktu ia merasakan bahwa waktu telah berubah dan ia pun akhirnya memutuskan untuk melepas P&G. Karena dewasa ini telah banyak berubuah, dimana membeli dan menjual saham pada saat yang tepat saat ini bisa dipelajari maka terus mengupdate diri dengan ilmu-ilmu yang baru juga baik saja. Platform IPOTSTOCK yang menawarkan jual-beli saham yang menguntungkan banyak diminati calon investor Indonesia karena selain investasi saham itu makin gampang dan terjangkau, platform ini hadir dengan dukungan fitur, tools analisis, distribusi berita dan informasi riset secara berkala dan komprehensif akan memudahkan milenial menyiapkan masa depan yang cerah

Komentar

Fresh