Pawai Obor Buat Apa? | OPINI.id

Lentera api torch relay Asian Para Games 2018 menandakan dimulainya multieven olahraga skala Asia di Jakarta. Setelah Asian Games, kini masyarakat siap dengan pesta kedua.

Solo Jadi Pembuka Torch Relay

Solo, Jawa Tengah sudah dimulai Rabu (6/9/2018). Kegiatan dimulai dari Jalan Ir Sutami Kentingan, Jebres, Solo sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan kereta kencana melewati Jalan Ir Juanda. Obor berputar mengelilingi kota Solo, dengan rute estafet dari Jalan Ir Juanda - Jalan Jenderal Urip Sumoharjo - Jalan Sudirman (putar balik) - Balai Kota Surakarta (finish). Setelah Solo, obor akan dibawa ke Ternate pada Hari Olahraga Nasional. Setelah itu, lanjut dia, api akan dibawa ke Makassar, Denpasar, Pontianak, Medan, Pangkalpinang, dan terakhir ke Jakarta pada 30 September. Kota ini sengaja dipilih karena program pelatnas atlet disabilitas memang dipusatkan di Solo. Selain itu, Solo memiliki sejarah kuat bagi atlet penyandang disabilitas.

quote-mark

Antusiasme Melebihi Asian GameI. Ini jadi harapan kita semua, apalagi Para Games jadi momen yang tepat untuk menunjukkan kalau masyarakat disabiltias.

Optimis Raih Target Medali

National Paralympic Committee (NPC) ingin prestasi atlet Indonesia lebih baik dibandingkan even sebelumnya di Korea. "Kami optimistis NPC Indonesia bisa memperbaiki peringkat pada Asian Para Games 2018 ketiga," kata Presiden NPC Senny Marbun. Target total emas sebanyak 17 medali, dengan cabang olahraga yang berpeluang diantaranya bulutangkis, angkat berat, catur, renang, atletik, dan balap sepeda. Optimisme didasari atas persiapan yang lebih matang dari para atlet. Hasil try out ke luar negeri yang signifikan juga menambah kepercayaandiri mereka.

Komentar

Fresh