Dolar naik terus, awas krismon lagi! | OPINI.id

Dikritik dianggap gak ngerti, tapi kalau diam ternyata dolar makin tinggi dan mirip mendekati posisi krismon, kita kudu piye? Kayaknya Indonesia harus lebih serius menangani rupiah.

Dolar naik terus, waspada krismon guys

Hari ini, dolar terus menebarkan ketakutan sejak pembukaan perdagangan tadi pagi. Bisa dibilang, dolar AS sudah tembus di angka Rp 14.450, lebih tinggi dari angka pagi di level Rp 14.428. Nilai tukar dolar AS ini terpantau terus merangkak naik. Dan tak bisa dipungkiri jika akan menembus di angka Rp 15.000. Sementara itu, mata uang negara lain justru bertahan. Mata uang negara ini berhasil melawar dolar AS seperti euro, Swiss franc, Canadian dollar, British pound, China yuan renminbi, dan Hong Kong dolar. Tentu saja kita kudu waspada. Apalagi, level penguatan dolar AS yang telah mencapai posisi tertingginya sejak 20 tahun terakhir membuat Indonesia harus lebih serius menangani rupiah. Bisa dikatakan, nilai tukar dolar sudah cukup agresif dan sudah tak bisa ditoleransi lagi. Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah pun menyiapkan strategi untuk bersinergi menahan gempuran dari sentimen menguatnya dolar AS.

Dolar menggila? Stop salahkan kondisi global

Kuatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah semakin menggila. Bahkan sudah masuk status waspada. Waspada Indonesia akan kembali masuk ke era krismon. Lagi dan lagi, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuanan Suahasil Nazara mengatakan ada beberapa faktor yang bikin dolar kuat. "Kalau rupiah kan dia tergantung gerak dari supply dan demand. Global volatility membuat beberapa di internasional itu pergerakan dari portofolio internasional di pasar uang," katanya. Sementara Pengamat Ekonomi Fuad Bawazier meminta kepada pemerintah untuk tidak terus menyalahkan kondisi global ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Fuad menyebut inti melemahnya rupiah adalah suplai dolar atau pemasukan dolar ke ekonomi Indonesia lebih kecil dari permintaan atau kebutuhan akan dolar, maka rupiah melemah. Artinya, menurut dia ini terjadi karena defisit transaksi berjalan Indonesia tahun ini diperkirakan US$ 25 miliar. sumber: detik

Menurutmu kita akan alami krismon lagi gak nih?
Gak mungkin
Bisa aja terjadi lagi
690 votes

Komentar

Fresh