Baca Ini Sebelum Investasi Reksadana | OPINI.id

Investasi reksadana termasuk investasi yang paling gampang dilakukan dan sangat dianjurkan untuk investor pemula, khususnya anak-anak muda. Investasi ini gampang dan mudah karena setelah membelinya, investor tinggal menunggu hasil kinerja manajer investasi yang mengelola reksadana. Nah, sebelum memutuskan untuk investasi reksadana, poin-poin berikut ini wajib diketahui:

1. Sangat mudah

Selain return (imbal hasilnya) tinggi di atas inflasi, investasi ini tergolong sangat mudah. Investasi reksadana itu mudah karena selangkah lebih maju dibanding saat kita menabung uang di bank. Saat membuka rekening tabungan, kita datang ke bank maka saat membuka rekening reksadana kita tidak perlu repot-repot mendatangi manajer investasi karena sejumlah agen penjual reksadana pun kini sudah online. Mulai pendaftaran hingga transaksi bisa dilakukan secara online.

2. Sangat terjangkau

Investasi reksadana sangat terjangkau. Modal yang dibutuhkan pun relatif kecil. Hanya dengan modal Rp. 100.000 saja kita sudah bisa memulai investasi reksadana. Dana Rp.100.000 tentu tidak terlalu sulit untuk diusahakan.

3. Tujuan berinvestasi

Tujuan berinvestasi sebaiknya mencakup jangka waktu berapa tahun berinvestasi. Mereka yang tahu jangka waktu, tentu saja bisa terhindar dari kegagalan investasi. Mengapa demikian? Karakteristik setiap jenis reksadana berbeda-beda. Semakin pendek jangka waktu investasi, sebaiknya semakin konservatif atau aman produk yang kita pilih.

4. Jenis reksadana

Ada 4 jenis reksadana yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Masing-masing memiliki tingkat risiko, dimana risiko reksadana saham paling tinggi dibanding tiga yang lainnya. Sementara itu, risiko reksadana pasar uang itu yang paling kecil seiring dengan imbal hasil yang juga kecil yakni, hanya 1%-2% di atas bunga deposito.

5. Risiko reksadana

Setiap produk investasi mengandung risiko, begitu juga dengan reksadana. Risiko reksadana yakni penurunan NAB, bisa terjadi jika harga saham dan obligasi turun atau ada obligasi yang gagal bayar dan menurunnya IHSG. Risiko lainnya yaitu risiko likuiditas yang terjadi apabila ketika investor ingin mencairkan uangnya, mereka tidak memiliki cukup uang. Yang terakhir ini terjadi pada kasus pencairan besar-besaran.

6. Dijual secara online

Kemajuan teknologi mempermudah investasi reksadana. Beragam reksadana kini sudah dijual secara online. Bahkan, kini ada supermarket yang khusus menjual reksadana yang dinamakan IPOTFUND. Supermarket dari PT Indo Premier Sekuritas ini menawarkan ragam reksadana terlengkap di Indonesia dengan 35 Manajer Investasi dan 203 reksadana. Keuntungan menggunakan platform ini yaitu gratis biaya transaksi pembelian dan penjualan reksadana dengan satu akun yang terintegrasi mulai dari proses registrasi, pembayaran hingga laporan dari Manajer Investasi dan real online serta tidak memerlukan tanda tangan basah.

Komentar

Fresh