Urgensi Berjama'ah | OPINI.id

Manusia jika hidup sendiri dia akan lemah, jika ia hidup berjamaah dia akan kuat

Urgensi Berjama'ah

Segala puji bagi allah yang telah minciptakan manusia berpasang-pasangan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Dengan keragaman atau perbedaan itulah fakta bahwa sebenarnya manusia meskipun berbeda-beda tetapi saling membutuhkan untuk saling membantu dan berkerjasama dalam menjalani kehidupan. Melihat pentingnya kita sebagai manusia untuk saling berkerjasama maka kita harus hidup berjama’ah atau berkelompok atau mentoring dengan tujuan untuk saling membantu dalam kebaikan dan mengingatkan dalam keburukan. Budaya saling membantu dalam kebaikan dan mengingatkan dalam keburukan adalah budaya yang biasa saya dapatkan ketika mentoring, biasa diakhir mentoring ada sesi dimana kita masing-masing saling mengevaluasi ibadah-ibadah yaumiyah kita baik atau kurang, sehingga ketika kita selesai melaksakan mentoring kita akan berusaha meningkatkan ibadah yaumiyah kita karena termotivasi dengan yang lain karena ibadah teman-teman kita lebih baik dari kita. Maka dari itu bagi saya mentoring adalah saran berjamah yang paling penting buat saya karena dengan budaya diatas saya merasa lebih menjadi pribadi muslim yang lebih baik lagi keedepannya. Tapi dalam perjalanannya ternyata dakwah akan selalu memiliki cobaannya, banyak sekali yang berguguran dijalan dakwah. Penyebabnya antara lain : 1. Lemahnya aspek tarbiyah Porsi terbatas dari aspek tarbiyah dibanding aspek-aspek lainnya mengalahkan segala hal. Menyebabkan aktivitas-aktivitas dari seorang aktivis menjadi kering dan sepi dari kehidupan Robbani juga kesegaran ruhani. Perhatian setiap individu, baik sebagai bawahan maupun atasan, terhadap tarbiyah seharusnya menjadi kesibukan utama bagi pergerakan. Landasan Q.S Muhammad: 17 2. Tidak Proporsional dalam memposisikan anggota Problem ini selalu mengantar pada kegagalan aktivitas dan bergugurannya sebagian aktivis. Pergerakan yang profesional dan matang adalah pergerakan yang mengetahui kemampuan, kecenderungan, dan bakat para anggotanya. Juga, mengenal titik-titik kekuatan dan kelemahan mereka. Jika tidak, maka tidak akan dapat pergerakan memposisikan anggotanya dengan tepat dan tidak terisinya tiap pos aktivitas secara benar dan baik. 3. Tidak memberdayakan semua anggota Menyebabkan aktivitas menjadi menumpuk pada kelompok tertentu, sementara mayoritas tidak mendapat tugas sehingga muncul rasa tidak produktif karena lemahnya ikatan keanggotaannya. 4. Lemahnya Kontrol Anggota pergerakan juga menghadapi situasi sulit, krisis, dan aneka ragam problem. Hal ini menuntut adanya perhatian dan kontrol terhadap anggota. Sehingga muncul kemampuan mengatasi berbagai problem dan krisis yang menimpanya. Landasan H.R Muslim. 5. Kurang sigap dalam menyelesaikan persoalan Hal ini dapat mengakibatkan semakin rumitnya persoalan serta mengantarkan pada jalan buntu. Setiap pergerakan psti menemui persoalan yang butuh penyelesaian. Dan, setiap pergerakan memiliki cara dan bentuk tersendiri dalam menangani setiap persoalan tersebut. Penyelesaian harus dilakukan dengan sigap. 6. Konflik Internal Bebrapa faktor yang menjadi penyebab munculnya konflik internal dapat memicu timbulnya konflik dalam pergerakan, dan meletupnya perselisihan. Bila tidak segera diselesaikan, maka akan mengakibatkan hancurnya pergerakan. Landasan pada Q.S Ali Imran 100-105 7. Pemimpin yang lemah Pemimpin yang lemah ketika ia hanya bisa memipin pada anggota dengan tingkat umur tertentu, tsaqofah tertentu dan pada situasi tertentu. Padahal adalah hal yang lumrah bahwa hal tersebut selalu mengalami perubahan setiap waktu. Dengan adanya penyebab-penyebab yang berguguran dijalan dakwah maka kita sebagai peserta mentoring harus berkomitmen dengan setiap kegiatan dan apa saja yang harus kita korbankan dalam mentoring.

Komentar

Fresh