Baper! Atlet Malaysia rusak fasilitas | OPINI.id

Merasa kecewa dengan wasit, atlet silat asal Malaysia lakukan aksi walkout. Gak cuma itu aja, di ruang ganti tiba-tiba saja, Mohd Al Jufferi Jamari memukul fasilitas Asian Games 2018 sampai rusak.

Baper karena wasit, atlet silat Malaysia rusak fasilitas

Emas ke-17 berhasil direbut Indonesia dari cabor pencak silat oleh Komang Adi Putra yang berhasil kalahkan wakil Malaysia, Mohd Al Jufferi Jamari di kelas E 65kg-70kg. Namun ada yang viral di laga ini. Ya, pesilat asal negeri Jiran ini lakukan aksi walk out di menit-menit terakhir pertandingan. Jufferi menagku gak dendam sama pesilat Indonesia. Tapi dirinya kesal dan menyalahkan keputusan wasit yang mengawasi jalannya pertandingan final pencak silat Asian Games 2018 yang dianggap lebih pro ke Indonesia. “Saya bukanlah pemarah, insyaallah yang akan datang saya lebih baik lagi,” kata Jufferi saat ditemui awak media. "Saya tak salahkan Komang Adi, yang saya salahkan adalah juri, karena saya merasa tak dihormati sebagai pesilat dengan keputusannya.” Usai itu ternyata kekesalannya berlanjut di warming up room. Mohd Al Jufferi Jamari memukul tembok hingga rusak saat meninggalkan lapangan.Hal tersebut disaksikan oleh Putra Tegar, salah satu dancer yang melihat kejadian tersebut.

Indonesia Pernah Dicurangi di Sea Games 2017

Berangkat dari kasus pesilat Malaysia yang merasa dicurangi oleh juri di Asian Games 2018 saat melawan pesilat asal Indonesia. Netizen pun ramai berkomentar. Ada yang merasa, jika sebenarnya kecurangan terhadap bangsa Indonesia juga pernah dialami saat berlaga di Sea Games 2017 dengan cabor yang sama. kala itu Sea Games 2017 yang diselenggarakan di Hall 2 Kuala Lumpur City Centre, Malaysia. Juri dianggap memberikan nilai yang gak wajar ke para atlet tuan rumah. Alhasil Malaysia pun berhasil merebut medali emas dalam nomor artistik ganda putra. Pasangan pesilat Malaysia, Mohd Taqiyuddin bin Hamid dan Rosli bin Mohd Sharif, dapat nilai tertinggi, 582. Sementara Indonesia yang diwakili Hendy dan Yolla Primadona Jumpil mengumpulkan nilai 554 dan berhak meraih medali perak. Adapun ganda Singapura, Muhammad Haziq dan Nujaid Hasif, mendapat medali perunggu usai memperoleh angka 543. Patut diketahui, rekor angka tertinggi saat itu di nomor tersebut dicatatkan Hendy dan Yolla dengan nilai 570 di Phuket, Thailand. Bahkan belum pernah ada sejarahnya nilai 582 di nomor ganda artistik pencak silat. Hendy dan Yolla sudah kerap kali bertemu dengan pasangan Malaysia tersebut dan selalu menang. Itu karena level pesilat Malaysia jauh dibawah mereka. Otomatis situasi ini pun menjadi aneh dan menyulut emosi.

Menurutmu atlet silat di Indonesia ini menang karena curang atau nggak?
Gaklah memang jago
Mungkin aja sih
2924 votes

Komentar (5)

Fresh