Be a Leader | OPINI.id

“Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap rakyat yang dipimpinnya. Seorang raja memimpin rakyatnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya itu. Seorang suami memimpin keluarganya, dan akan ditanya kepemimpinannya itu. Seorang ibu memimpin rumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya itu. Seorang budak mengelola harta majikannya dan akan ditanya tentang pengelolaanya. Ingatlah bahwa kalian semua memimpin dan akan ditanya pertanggung jawabannya"

Be a Leader

Oleh : Usamah Al-Faatih Menjadi seorang pemimpin butuh bekal yang banyak, kemampuan yang mumpuni dan mental yang kuat. Menjadi seorang pemimpin tidak bisa hanya bermodalkan nekat dan juga hawa nafsu, karena menjadi seorang pemimpin merupakan amanah yang besar yang nantinya akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah SWT. Sebagaimana dalam hadist Rasululloh SAW bersabda, كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ, فَالأَمِيْرُ الَّذِيْ عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَ هُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ, وَالرَّجُلُ راعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ, وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ, وَالْمَرْأَةُ رَاعِيْةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَ وَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ, وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ ,أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ Abdullah bin Umar, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda “Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap rakyat yang dipimpinnya. Seorang raja memimpin rakyatnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya itu. Seorang suami memimpin keluarganya, dan akan ditanya kepemimpinannya itu. Seorang ibu memimpin rumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya itu. Seorang budak mengelola harta majikannya dan akan ditanya tentang pengelolaanya. Ingatlah bahwa kalian semua memimpin dan akan ditanya pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya itu.” (HR Bukhari) Maka menjadi seorang pemimpin butuh bekal yang banyak, memiliki ilmu dan wawasan yang luas dan juga memiliki iman dan spiritual yang tinggi. Ketika kita memutuskan untuk mengambil amanah untuk menjadi pemimpin, pastikan ketiga hal tersebut sudah kita penuhi. Karena ketika menjadi seorang pemimpin, kita akan menjadi sorotan utama dalam segala hal. Baik dalam kehidupan sehari-hari menjadi tauladan yang baik, dalam berorganisasi menjadi seorang leader yang tegas dan professional, dalam musyawarah menjadi seorang yang adil dalam menetapkan suatu keputusan, dan dalam berinteraksi menjadi seorang yang penuh kasih saying. Maka ketika kita belum siap memastikan hal tersebut sudah ada pada diri kita, maka kita cukup menjadi seorang pemimpin untuk diri kita sendiri. Artinya adalah, berbagai macam kenikmatan yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita, mampu kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya di dalam ridho Allah SWT. Agar nantinya di yaumul hisab, kita dapat dan mampu mempertanggungjawabkan amanah rezeki, amanah ilmu, amanah usia yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita. Wallohu a’lam bishowaab

Komentar

Fresh