Teror Bom di Rusia | OPINI.id

Stasiun kereta api bawah tanah di St Petersburg, Rusia diguncang ledakan benda yang diduga bom pada Senin (3/4/2017) . 10 orang tewas akibat ledakan tersebut.

Ledakan terjadi di dalam gerbong kereta api yang sedang melaju dari Stasiun Tekhnologichesky Institut menuju Stasiun Sennaya Ploshchad.

10 Tewas, Puluhan Luka-luka

Seorang korban ledakan yang terluka ditolong oleh layanan darurat di luar stasiun metro Sennaya Ploshchad, St. Petersburg, Rusia, Senin (3/4/2017). Total korban sementara 10 tewas, 47 luka-luka, 9 di antaranya kritis. Foto: Antara Foto/Reuters/Anton Vaganov

Ledakan menyebabkan pintu gerbong kereta api berantakan. Laporan netrizen di Twitter menunjukkan detik-detik usai ledakan banyak orang yang luka-luka.

Ditemukan bom rakitan yang belum meledak di Stasiun Ploshchad Vosstaniya dan langsung dijinakkan.

Beginilah suasana stasiun bawah tanah St Petersburg Metro yang penuh asap usai insiden ledakan.

null

Kereta Bawah Tanah Sasaran Teror

Teror bom di kereta api bukanlah peristiwa pertama kalinya di Rusia. Pada 2009, ledakan juga terjadi di kereta api cepat Moskow-St Petersburg menyebabkan 27 orang tewas dan 130 orang luka-luka. Pada 2010, bom meledak di kereta bawah tanah Moskow sehingga menewaskan 38 orang.

Korban Ledakan di St Petersburg

Seorang korban ledakan yang terluka berjalan di luar stasiun metro Sennaya Ploschchad, St. Petersburg, Rusia, Senin (3/4/2017). Foto: Antara Foto/Reuters/Anton Vaganov

Jokowi Kecam Serangan Teror di Rusia

45 orang terluka dan 11 meninggal dalam ledakan di antara dua stasiun bawah tanah St Petersburb pada Senin (3/4) sore kemarin. Serangan teror ini pun membuat Presiden RI, Jokowi angkat bicara.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan," demikian disebutkan dalam sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri. Indonesia juga 'menyampaikan solidaritas terhadap Pemerintah dan rakyat Rusia dalam menghadapi situasi saat ini."

Perdana Menteri Rusia Akui Adanya 'serangan teroris'

Lewat sosial media Facebook, Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan jika ledakan yang terjadi di antara dua stasiun kereta bawah tanah St Petersburg pada Senin (3/4) merupakan 'serangan teroris' yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin mengatakan penyebab pasti ledakan akan terungkap melalui penyelidikan.

Komentar

Fresh