Ini Penyebab Meiliana Dianggap Penista | OPINI.id

Ramai nih seorang warga Meiliana menyampaikan protes terhadap suara adzan yang menggema dari Masjid Al Maksun. Kasus ini sebenarnya terjadi 2 tahun lalu di Tanjung Balai, Medan Sumatera Utara.

Ribut Adzan Berisik

Senin 29 Juli 2016 mungkin jadi hari yang tak pernah dilupakan oleh Meiliana. Protes yang dilakukan dirinya terhadap bisingnya suara Masjid, jadi petaka. Protes Meiliana disampaikan kepada salah seorang nazir masjid bernama Kasidik. Kasidik pun langsung memberi tahu teguran itu pada jemaah masjid setelah shalat Magrib. Usai berdialog dengan Jemaah, Harris Tua Marpaung selaku Imam Masjid dan beberapa pengurus Badan Kemakmuran Masjid datang ke rumah Meiliana. Di sini terjadi perdebatan sengit, antara jemaah dan Meiliana. “Lu, Lu yaa (sambil menunjuk ke arah jemaah masjid). Itu masjid bikin telinga awak pekak. Kalau ada pula jemaah minta berdoa, minta kakilah bujang, bukannya angkat tangan,” ucap Meiliana seperti dilansir Tempo.co

Minta Maaf

Usai debat lama, suami Meiliana, Lian Tui pun hadir jadi penengah dan meminta maaf kepada jemaah masjid. Tapi, suasana kembali tegang setelah Meiliana kembali berteriak dan marah saat adzan Isya. Massa makin emosi, dan akhirnya mereka semua dibawa ke kantor Kelurahan Tanjung Balai Kota 1. Di sini Meiliana disoraki warga, meski sudah meminta maaf. Edy selaku Lurah sempat akan pulang usai membawa Meiliana ke kantor polses. Namun, Camat memintanya untuk bermediasi. Di tengah mediasi, kerusuhan terjadi. Ada warga yang diduga dari luar kelurahan Tanjung Balai Kota 1 mendatangi rumah Meiliana dan melakukan pengrusakan.

Tiga Vihara dan 8 Klenteng Rusak

Suasana makin mencekam. Amukan massa berpuncak hingga penyerangan Vihara Tri Ratna dan Kelenteng Dewi Samudera yang terletak di tepi Sungai Asahan menjelang subuh. Sepanjang malam itu suasana mencekam. Dampaknya, sedikitnya tiga vihara, 8 kelenteng, dua yayasan Tionghoa, satu tempat pengobatan dan rumah Meiliana rusak. Sebanyak 20 orang juga sempat ditahan polisi karena dianggap menjadi pelaku pengrusakan. Buntut dari rangkaian peristiwa itu, Meiliana menjadi tersangka penistaan agama pada Maret 2017 hingga diseret ke meja hijau. Kini Meiliana divonis 1,5 tahun di Pengadilan Negeri Medan atas kasus penistaan agama karena mempermasalahkan volume suara di masjid Al-Makhsum, Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada 2016.

Pantas dianggap penistaan gak ini?
Pantaslah
Gak pantas
1248 votes

Komentar (18)

Fresh