Benarkah Soekarno Sakit Saat Proklamasi? | OPINI.id

Sebentar lagi kita akan memperingati hari kemerdekaan Indonesia, tentunya banyak fakta-fakta unik yang bikin bingung bahkan sedih saat menjelang hari kemerdekaan hingga beberapa hari sesudah Indonesia merdeka. Penasaran? Yuk simak fakta unik Proklamasi berikut ini!

1. Soekarno Malaria

Fakta unik Proklamasi yang pertama bercerita seputar kesehatan Soekarno. Seusai perundingan dan perumusan naskah Proklamasi di kediaman Laksamana Maeda rampung, Soekarno bergegas pulang. Ia tiba di rumah Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, sekira pukul 05.00 WIB. Istrinya, Fatmawati, melihat gelagat aneh sang suami. Bung Karno, seturut istrinya, tampak lelah dan pucat, serta sering keluar-masuk kamar. Sekira pukul 08.00, Dokter Soeharto menyambangi. Ia langsung memeriksa Soekarno. Tubuh Bung Karno panas dan menggigil, terindikasi terjangkit malaria. Dokter pun memberi obat-obatan.

2. Menu Sahur Proklamasi

Saat persiapan hingga berlangsungnya Proklamasi, di Indonesia kala itu bertepatan pula dengan peringatan bulan ramadan. Sama seperti umat Islam di masa kini, para Founding Fathers kita pun ikut menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Malam hari, 16 Agustus 1945, sejumlah tokoh seperti Soekarno, Hatta, Achmad Subardjo, dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), termasuk para pemuda hadir di rumah Laksamana Maeda, Jalan Imam Bonjol Nomor 1 (kini). Ingin menebak apa menu sahur di rumah seorang Jepang saat itu? Ya, bukan sashimi, onigiri, atau ramen. Para tokoh tersebut kala itu menyantap roti, telur, dan ikan sarden sebagai menu sahur. Beberapa tokoh muslim lainnya pun ikut bersantap sahur sebelum pulang ke rumah masing-masing.

3. Soekarno Enggan Tanpa Hatta

Fakta unik Proklamasi yang terakhir, meski telah sepakat untuk melaksanakan pembacaan Proklamasi pada pukul 10.00 pagi, para pejuang sudah beramai-ramai mendatangi rumah di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, sedari tiga jam sebelum acara. Mereka mulai mendesak Bung Karno agar sesegera mungkin membacakan Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bung Karno belum mau mengikuti kemauan massa. Ia setia menunggu Hatta hadir. Soekarno memerlukan kehadiran Hatta untuk mendampinginya membacakan Proklamasi. Tak berapa lama, Hatta pun tiba. Pembacaan Proklamasi pun berlangsung. Penulis: Rahmat Ali Sumber: https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/fakta-unik-proklamasi/

Komentar

Fresh