Pahlawan Baru GP 2017 | OPINI.id

Banyak hal yang menarik di ajang bergengsi balap motor GP 2017, salah satunya adalah kehadiran sosok baru.

Menanti Momen-Momen Seru GP 2017...

Baik dari MOTO2, hingga GP, banyak hal-hal menarik yang terjadi di pagelaran awal ajang bergengsi balap motor MOTO GP 2017 di Qatar. Mulai dari pembatalan sesi kualifikasi pada Sabtu karena alasan genangan air. Hingga aksi perdana Lorenzo memacu Ducati.

Lorenzo Tercecer di GP Qatar

Ketika Andrea Davizioso sibuk bertarung memperebutkan kemenangan, Jorge Lorenzo justru tercecer di belakang. Musim pertama di Qatar bukanlah debut balapan yang diharapkan Lorenzo dengan kuda barunya Ducati.

Bayangkan saja, dia harus mengawali balapan di Sirkuit Losail pada posisi 12. Tentu saja ini karena batalnya sesi kualifikasi. Usai start pertama, mantan rekan Valentino Rossi ini sempat melewati beberapa pebalap. Sayangnya ia gagal dan malah melebar, akibatnya posisinya melorot ke posisi 16.

Seiring berjalannya balapan, posisi Lorenzo membaik. Dia sempat berada di posisi kesembilan. Tapi, karena disalip Alex Rins dan Jonas Folger, dia cuma finis di posisi ke-11. Bagi Lorenzo, hasil tersebut tentu tak sesuai harapannya dalam balapan perdana sejak pindah dari Yamaha ke Ducati.

Marquez Batal Naik Podium Karena Ban?

Pebalap Moto GP tim repsol Honda, Mark Marquez harus puas finis di posisi ke empat pada musim ini di Qatar. Penyebabnya, karena ia harus mengganti ban yang pada awalnya bikin dirinya susah di sirkuit.

Setelah bertarung ketat di barisan depan, Marquez akhirnya mundur karena masalah pada ban. Akhirnya ia pun harus mengganti ban motornya. Pergantian ban dari hard ke medium menjadi kesaahan besar.

Ditambah lagi dua kali penundaan start, karena cuaca dan kondisi lintas, buat Marquez terpaksa mengambil keputusan itu karena temperatur trek sudah turun.

"Mereka memutuskan untuk menunda balapan, yang mana saya rasa benar. Tapi itu juga menciptakan kebingungan terbesar untuk kami soal ban, karena temperaturnya turun dan kelembapannya naik," ujar Marquez dikutip Crash.

Vinales Partner Baru Rossi yang Menakutkan

Kepergian Lorenzo dari tim Movistar Yamaha ternyata tidak begitu berpengaruh. Pasalnya sosok Maverick Vinalis berhasil menyelesaikan balapannya di seri perdana MOTOGP 2017, Qatar dengan ciamik.

Yup, ia berhasil finis terdepan, sedangkan rekan setimnya Rossi harus merangsek ke peringkat ketiga meski tampil buruk saat latihan bebas.Ini menjadi kemenangan perdana Vinales di ajang MotoGP bersama Yamaha.

Tahun lalu, Vinales sempat merasakan podium teratas sekali ketika masih memperkuat Suzuki Ecstar. Podium kedua jadi milik pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso. Dovizioso tampil memukau bila dibandingkan rekan barunya yaitu Lorenzo. Persaingan Dovizioso dengan Vinales jadi tontonan menarik di lap terakhir.

Namun, kemenangan harus jadi milik Vinales. Sebagai pebalap senior, Rossi juga tidak mengecewakan. Ia tampil cukup mengejutkan, start dari posisi sepuluh, Rossi sukses menyalip lawan-lawannya.

Race Pertama MOTO GP 2017 di Sirkuit Losail Qatar

null

Yamaha Moviestar mengejutkan!

Bendera Indonesia di Sepeda Motor Rossi dan Vinales

Di balapan MotoGp 2017, ada bendera Indonesia di sepeda motor Yamaha YZR-M1 tunggangan Valentino Rossi dan Maverick Vinales lho. Bendera merah putih nambahin tagline "Semakin di Depan" yang sudah dicantumin sebelumnya.

Bendera Merah Putih Semakin di Depan

Bendera merah putih di tunggangan Vinales

Termas de Rio Hondo,Argentina. Sirkuit kedua Moto GP 2017

Fakta Sirkuit Balap GP Argentina

Semua orang tau jika Termas De Rio Hondo pernah jadi arena panas MotoGP yang menghadirkan duel ketat antara Marquez dan Rossi. Sirkuit Amerika Selatan ini sedikit memang berbeda daripada sirkuit lainnya. Keunikannya ada pada trek panjang sejauh 4.086 km. Hal inilah yg jadi kunci para pebalap untuk bisa saling memacu motornya sampai titik kecepatan tertinggi. Soalnya, setingan motor juga mau tidak mau dituntut kompromiatis antara kekuatan mesin dan kelincahan sasis.

Alex Marquez Batal Naik Podium, Franco Juara di Argentina

Pebalap Moto2 asal Spanyol, Alex Marquez harus gigit jari karena batal naik podium kedua.

Ia terjatuh di final lap saat menikung. Padahal, Marquez sempat menyajikan tontonan menarik dengan aksi susul menyusulnya sebelum final lap dengan rekan satu timnya yaitu Franco Morbidelli.

Franco Morbidelli Taklukan Sirkuit Argentina

Impian Franco Morbidelli untuk naik kelas ke Moto GP sepertinya bukanlah omong kosong.

Pebalap Estrella Galicia 0.0 Marc VDS Racing Moto2 ini berhasil menaklukan sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina.

Ia berhasil finish di urutan pertama setelah sebelumnya mewarnai sirkuit dengan aksi balap membalap dengan rekan setimnya yaitu Alex Marquez.

Marquez yang seharusnya naik podium dua harus bisa menerima kekalahan setelah dirinya terjatuh di lap terakhir Moto2 2017.

Sedangkan posisi kedua akhirnya dimiliki oleh pebalap POR Red Bull KTM yaitu Miguel Oliveira dan disusul oleh Thomas Luthi SWI Carexpert Interwetten.

Vinales dan Rossi Start Posisi 6 dan 7

Pebalap Yamaha Vinales dan Rossi akan start di posisi enam dan tujuh di sirkuit Termas de Rio Hondo. Sedangkan posisi start pertama diduduki oleh pebalap Honda, Mark Marquez.

1. M.Marquez
2. K.Abraham
3. C. Crutchlow
4. D.Petrucci
5.D.Pedrosa
6. M.Vinales
7.V.Rossi

Sedangkan mantan rekan satu tim Rossi yaitu Lorenzo harus mundur di posisi start ke-16 bersama tim barunya Ducati

Lorenzo Jatuh di Lap Pertama Argentina

Lorenzo jatuh di lap pertama. Pebalap Ducati itu tidak bisa melanjutkan pertandingan lagi di Sirkuit Termas de Rio Hondo.

Ia pun meninggalkan sirkuit dengan penuh rasa kecewa. Seperti diketahui, sebelumnya juga Lorenzo tidak bisa mengawali race pertama di Qatar dengan memukau.

Bisa dipastikan jika race Moto GP 2017 adalah mimpi buruk bagi mantan rekan setim Rossi di Yamaha dulu.

Marquez Juga Tumbang di Termas de Rio Hondo

Setelah pebalap Ducati, Lorenzo terjatuh di lap pertama, pebalap andalam tim Honda Repsol, Mark Marquez juga batal menyelesaikan race dengan sempurna.

Ia terjatuh karena terlalu memacu kendaraannya. Alhasil, Marquez tidak bisa melanjutkan race kedua Moto GP 2017 yang diadakan di sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina.

Argentina Sirkuit Horor Buat Tim Honda

Rumor sirkuit Termas de Rio Hondo jadi andalan Rossi sepetinya benar.

Pasalnya, kedua pebalap tim Repsol Honda tidak bisa menyelesaikan balapan. Setelah Mark Marquez tumbang, kini giliran rekan satu timnya yaitu Pedrosa.

Dani Pedrosa juga terjatuh di sirkuit Argentina pada race kedua Moto GP 2017 ini. Berbeda dengan tim Yamaha. Vinales dan Rossi justru terlihat berirama memacu motornya.

Hingga sisa 7 lap lagi, Vinales bertahan di posisi pertama dan Rossi berhasil masuk ke posisi kedua setelah melewati Crutchlow.

Vinales Juarai GP Argentina

Pebalap Yamaha Moviestar Maverick Vinales Ruiz berhasil finish di urutan pertama di ajang Moto GP 2017 race kedua, Argentina.

Vinales melaju kencang dan mulus tanpa adanya persaingan ketat. Selain Vinales, Rossi juga berhasil menyelesaikan racenya di posisi kedua.

Pebalap asal Italia ini berhasil masuk ke posisi kedua setelah sukses menyalip pebalap honda, Curtchlow yang akhirnya harus menerima kemenangan pada posisi tiga.

Rossi ajak selfie vinales. The blue team celebration. Congratulation for you guys.

Marc Marquez Pole Position GP Americas 2017

Pebalap Repsol Honda Marc Marquez menempatkan diri sebagai yang tercepat di sesi kualifikasi Moto GP Americas 2017 yang digelar di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Texas, Amerika Serikat, Minggu (23/4/2017) pukul 14.00 atau Senin pukul 02.00 WIB. Berikut urutan pebalap: 1. Marc Marquez - Repsol Honda Team 2. Maverick Viñales - Movistar Yamaha MotoGP 3. Valentino Rossi - Movistar Yamaha MotoGP 4. Dani Pedrosa - Repsol Honda Team 5. Johann Zarco - Monster Yamaha Tech 3 6. Jorge Lorenzo - Ducati Team 7. Andrea Dovizioso - Ducati Team 8. Jonas Folger - Monster Yamaha Tech 3 9. Cal Crutchlow - LCR Honda 10. Scott Redding - Octo Pramac Racing 11. Andrea Iannone - Team Suzuki Ecstar 12. Jack Miller - Estrella Galicia 0,0 Marc VDS 13. Danilo Petrucci - Octo Pramac Racing 14. Loris Baz - Reale Avintia Racing 15. Hector Barbera - Reale Avintia Racing 16. Tito Rabat - Estrella Galicia 0,0 Marc VDS 17. Karel Abraham - Pull&Bear Aspar Team 18. Bradley Smith - Red Bull KTM Factory Racing 19. Alvaro Bautista - Pull&Bear Aspar Team 20. Sam Lowes - Factory Aprilia Gresini 21. Pol Espargaro - Red Bull KTM Factory Racing 22. Aleix Espargaro - Factory Aprilia Gresini

Marc Marquez Berjuang untuk Gelar Kelima GP Americas

Lima tahun berturut-turut pebalap Repsol Honda Marc Marquez merebut pole position seri Moto GP di Amerika Serikat. Empat tahun terakhir ia pun menjadi juaranya. Apakah Marquez akan meraih juara GP Americas untuk kelima kalinya? Go Marquez!

Marc Marquez Juara, King of COTA!

Marc Marquez mengokohkan dirinya sebagai penguasa Circuit of The Americas (COTA), Austin, Texas setelah memenangkan Americas GP 2017, Minggu (23/4/2017). Ini merupakan gelar kelima berturut-turut dalam lima tahun terakhir. DI urutan kedua Valentino Rossi, dan ketiga Dani Pedrosa. Dalam seri ketiga Moto GP 2017 ini, pebalap Yamaha Maverick Vinales jatuh saat lap kedua sehingga tidak bisa menyelesaikan balapan.

Valentino Rossi Pimpin Klasemen

Valentino Rossi untuk sementara melesat ke puncak klasemen MotoGP 2017 setelah finish di urutan kedua Americas GP, Minggu (23/4/2017). Berikut klasemen sementara Moto GP: 1. Valentino Rossi (Yamaha) 56 2. Maverick Vinales (Yamaha) 50 3. Marc Marquez (Honda) 38 4. Andrea Dovizioso (Ducati) 30 5. Cal Crutchlow (Honda) 29 6. Dani Pedrosa (Honda) 27 7. Johann Zarco (Yamaha) 22 8. Jonas Folger (Yamaha) 21 9. Scott Redding (Ducati) 21 10. Jack Miller (Honda) 21 11. Danilo Petrucci (Ducati) 17 12. Alvaro Bautista (Ducati) 14 13. Jorge Lorenzo (Ducati) 12 14. Aleix Espargaro (Aprilia) 10 15. Andrea Iannone (Suzuki) 9 16. Loris Baz (Ducati) 9 17. Karel Abraham (Ducati) 8 18. Tito Rabat (Honda) 8 19. Hector Barbera (Ducati) 8 20. Alex Rins (Suzuki) 7 21. Pol Espargaro (KTM) 2 22. Bradley Smith (KTM) 1 23. Sam Lowes (Aprilia)

Selfie dengan Topi Koboi

Tiga pebalap yang naik podium Americas GP di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Texas, Amerika Serikat, Minggu (23/4/2017) melakukan selfie. Mereka mengenakan topi koboi yang menjadi tradisi di Americas GP.

Sirkuit Jerez

The next battle MotoGP 2017 akan diselenggarakan di sirkuit Jerez, Spanyol pada tanggal 7 Mei 2017. Seperti diketahui, MotoGP yang diadakan di sirkuit Amerika berhasil dikuasai oleh Marquez. Lantas, siapakah pebalap

Benarkah Sirkuit Jerez, Spanyol Andalan Valentino Rossi?

Ini adalah sirkuit yang sudah nggak asing lagi dalam dunia MotoGP,khususnya treknya. Sirkuit ini didirikan pada tahun 1986. Bisa dikatakan, Jerez jadi salah satu sirkuit penyelenggara MotoGP paling populer dan paling lama menggelar balapan. Letaknya di sebuah lembah kecil di selatan Spanyol. Cuaca di wilayah ini terbilang konsisten. Jerez menjadi sirkuit paling sukses bagi pebalap Spanyol yang merebut podium pertama, dengan total 11 jumlah kemenangan, yaitu Alberto Puig (1995), Alex Criville (1997, 1998, 1999), Sete Gibernau (2004), Dani Pedrosa (2008 dan 2013), Jorge Lorenzo (2010, 2011, 2015), serta Marc Marquez (2014). Meski jumlah kemenangan didominasi pebalap-pebalap Spanyol, secara individual Valentino Rossi yang menjadi rider paling banyak mencicipi podium teratas dengan jumlah delapan kali kemenangan di Jerez. Dua kemenangan direbut saat Rossi masih balapan di kelas 125cc dan 250cc. Sisanya di kelas tertinggi, yaitu 500cc dan MotoGP

Rossi Tak Lagi Beruntung di Jerez

Sempat disinyalir jika sirkuit Jerez di Spanyol andalan Valentino Rossi, nyatanya di sini justru pebalap 38 tahun ini terpuruk. Ini adalah kali pertama sejak Valentino Rossi terakhir kali finis amat buruk di balapan kering.

Rider Movistar Yamaha itu mengakui ada isu serius dan melakukan perjudian. Rossi memang berhasil menuntaskan balapannya di Spanyol. Tapi start di posisi ketujuh tidak juga membuatnya beruntung.

Usahanya untuk melaju tampaknya tinggal impian. Soalnya, di putaran ke-10, ia mulai menurun dan akhirnya dilewati para pebalap lainnya hingga akhirnya hanya mampu finis di urutan 10.

Jerez Jadi Kado Ultah Terbaik Buat Lorenzo!

Setelah sebelumnya terjatuh, rider Ducati Jorge Lorenzo akhirnya berhasil finis ketiga pada MotoGP Spanyol. Bahkan, ia menyebut podium Jerez sebagai kado ulang tahun terbaiknya.

Maklum saja, Lorenzo menjalani balapan Minggu (7/5/2017) kemarin setelah beberapa hari sebelumnya, 4 Mei, merayakan ultah yang ke-30. Balapan di Jerez itu sekaligus menandai momen 15 tahun dirinya tampil di kejuaraan dunia grand prix.

""Kado terbaik, tak ada kado lebih baik daripada yang ini untuk ultah ke-30 saya," ujar Lorenzo di MotoGP.com. Finis ketiga merupakan hasil terbaik Lorenzo semenjak membela Ducati. Dari tiga seri balapan sebelumnya, secara berurutan ia finis di posisi 11, DNF, dan di posisi 9.

Sirkuit Le Mans

Circuit de la Sarthe atau dikenal juga dengan nama Sirkuit Le Mans, merupakan sebuah sirkuit yang terletak di yang terletak di dekat Le Mans, Perancis. Sirkuit ini terkenal sebagai salah satu sirkuit terpanjang di dunia dengan total panjang 13,629 km.

Sirkuit Le Mans

Circuit de la Sarthe atau dikenal juga dengan nama Sirkuit Le Mans, merupakan sebuah sirkuit yang terletak di yang terletak di dekat Le Mans, Perancis. Sirkuit ini terkenal sebagai salah satu sirkuit terpanjang di dunia dengan total panjang 13,629 km.

Belasan Rider Moto3 Tumbang Bersama di Sirkuit Le Mans

Sirkuit Le Mans hadirkan pemandangan yang tak biasanya, khususnya pada balapan Moto3. Bisa dipastian hampir separuh pebalap jatuh di tikungan yang sama dan di waktu yang bersamaan.

Tanda-tanda bakal ada 'kekacauan' di Moto3 Prancis sudah terlihat di awal balapan. Ketika itu ada empat pebalap jatuh di lap pertama, mereka adalah Adam Norrodin, Lorenzo Dalla Porta, Kornfeil dan Tatsuki Suzuki.

Pada lap kedua, dua pebalap yang tengah berada di posisi terdepan, Jorge Martin dan Romano Fenati, terjatuh di lokasi yang sama. Itu terjadi karena keduanya melewati noda hitam yang berada di atas trek.

Miris, Rossi Crash di Sirkuit Le Mans

Mimpi indah Rossi untuk menangi GP Prancis sepertinya berubah menjadi mimpi buruk saat Maverick Vinales rekan setimnya berhasil melewatinya. Vinales berhasil menyalip The Doctor pada tikungan ke delapan di lap terakhir.

Penyebabnya adalah karena Rossi yang menikung terlalu melebar. Namun kesialan Rossi tak hanya itu saja. Pebalap asal Italia ini yang hendak mengejar Vinales malah jatuh di tikungan ke-11 dan membiarkan rekan satu timnya tersebut menjuarai GP Prancis. Vinales finis terdepan disusul Zarco dan Pedrosa!

Mugello Sirkuit Bersejarah

Arena sirkuit Mugello punya cerita tersendiri. Trek seluas 66 km ini awalnya ternyata digunakan sebagai arena balapan mobil. Hanya saja sirkuit ini sempat vacum akibat perang dunia 1.

Gak hanya itu dulu sirkuit ini adalah lahan uji coba mobil khas Italia yaitu Ferrari. Mugello merupakan sirkuit paling bersejarah di dunia otomotif. Makanya banyak sekali pebalap yang menjadikannya sebagai salah satu sirkuit kesukaan mereka.

Bukan cuma pebalap MotoGP, tapi juga F1, dan Moto3. "10 lap dalam kondisi kering di Mugello.... sama dengan 1.000 lap di Abu Dhabi jika kita membicarakan kepuasan yang didapat," ucap Mark Webber beberapa tahun lalu.

Dari sisi penonton, sirkuit ini juga berbeda. Ya, sirkuit ini didesain sedemikian rupa sehingga membuat penonton bisa terlibat dalam aksi-aksi di atas lintasan. Dan yang pasti, Mugello dianggap sebagai salah satu trek paling aman.

69 Detik Untuk Nicky Hayden di Sirkuit Mugello

Sebelum race dimulai, semua pebalap,mekanik,bos tim dan lainnya turut serta kumpul di garis start/finish Sirkuit Mugello,Minggu (4/6/2017).

Mereka semua berkumpul demi memberikan penghormatan terakhir kepada Nicky Hayde, sang juara dunia MotoGP 2006 asal Amerika Serikat yang meninggal karena kecelakaan sepeda pada 22 Mei lalu.

Mereka mengheningkan cipta selama 69 detik. Angka 69 dipilih karena merupakan nomor motor Nicky Hayden saat masih balapan.

Setelah masa hening selesai, balapan pertama GP Italia digelar yakni kelas paling kecil, Moto3. Setelah itu akan digelar balapan kelas menengah, Moto2.

Rossi Gagal Naik Podium di Kandangnya!

The Doctor seperti semakin kehilangan keberuntungannya. Buktinya, Valentino Rossi gak bisa naik podium karena cuma bisa finis di posisi keempat GP Italia 2017 yang diadakan di Mugello.

Rossi pun langsung minta maaf kepada para pendukungnya usai balapan. Seperti diketahui, Pebalap Movistar Yamaha tersebut finis di posisi keempat dengan catatan waktu 41m 35.811 detik.

Dia mengakhiri lomba di belakang Andrea Dovizioso, Maverick Vinales dan Danilo Petrucci yang mencapai podium. Bagi Rossi, kegagalan naik podium tersebut cukup menyakitkan. Sebab, bukan karena terjadi di rumah sendiri namun juga memperpanjang rekor tidak pernah menang Rossi selama dua musim terakhir.

Dovizioso Melesat, Mavericks Kewalahan

Pebalap Movistar Yamaha Mavericks Vinales mengaku takut jatuh. Itulah alasannya kenapa ia membiarkan Dovizioso melesat cepat di Sirkuit Mugello.

Mugello milik pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso. Ya, ia berhasil naik podium pertama yang membuatnya memenangi GP Italia di Sirkuit Mugello. Kemenangan ini menjadikannya naik ke posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2017. Dengan tambahan 25 poin, Dovizioso kini mengoleksi 79 angka. Dia tertinggal 26 poin dari Maverick Vinales (Movistar Yamaha MotoGP) yang berada di puncak klasemen (105).

Kemenangan Dovizioso jadi cerita tersendiri bagi Maverick. Mavericks Vinales mengaku bisa saja mengejar Andrea Dovizioso di lap terakhir GP Italia 2017.

Namun, hal itu tidak dia lakukan karena takut terjatuh. Akibat takut terjatuh di lap terakhir, Vinales harus puas finis sebagai runner up pada lomba yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu (4/6/2017). Meski finis di belakang Dovizioso, Vinales masih menguasai puncak klasemen pembalap MotoGP. Pembalap Movistar Yamaha tersebut saat ini mengoleksi 105 poin, unggul 30 angka dari Valentino Rossi.

Bad Luck For Pedrosa

Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa gagal menyentuh garis finis setelah terjatuh dari motornya di lap terakhir GP Italia 2017. Insiden kecelakaan yang melibatkan Cal Crutchlow itu membuat kedua pembalap sempat bersitegang.

Pedrosa dan Crutchlow terjatuh saat memperebutkan posisi ketujuh pada perlombaan yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu (4/6/2017) malam WIB.

Dalam tayangan lambat, Pedrosa terlihat lebih dulu terjatuh. Namun, penyebab kecelakaan dua pembalap ini belum diketahui hingga ada keterangan lanjut.

Pedrosa dan Crutchlow tidak mengalami cedera berat akibat kecelakaan tersebut karena kedua pembalap mampu kembali berdiri. Keduanya sempat terlibat percakapan dan masing-masing terlihat jengkel karena insiden tersebut.

Sirkuit Catalunya, Barcelona

Ini adalah sirkuit yang ada di Barcelona Spanyol. Memiliki lintasan sepanjang 4,7 km, sirkuit Catalunya menjadi tantangan tersendiri bagi para pebalap moto GP.

Lorenzo Puas, Rossi Lemas di Catalunya

Meskipun sedikit kecewa karena sempat kehilangan kecepatan di MotoGP Catalunya, namun dirinya tetap senang dengan hasil akhirnya yang menunjukkan adanya peningkatan. Lorenzo mengawali balapan di sirkuit Catalunya, Minggu (12/6/2017) malam WIB dengan baik.

Start dari posisi dua, rdier Ducati itu sempat mengambil alih posisi terdepan dan memimpin hingga putaran kelima. Tapi kemudian Lorenzo menurun drastis dan sempat terlempar ke posisi delapan. Pada prosesnya juara dunia MotoGP tiga kali itu menemukan kembali kecepatannya dan merangsek ke depan, hingga akhirnya finis keempat sementara rekan setimnya, Andrea Dovizioso, jadi juara.

Hasil ini disebut Lorenzo sudah positif dan menunjukkan adanya tren meningkat. Kecuali naik podium ketiga di Jerez lalu, Lorenzo selalu finis di luar lima besar pada empat balapan lainnya dan satu kali gagal finis. Sementara itu mantan rekan setimnya justru melempem di Catalunya. Pebalap asal Italia ini harus puas finish di posisi kedelapan,sedangkan rekannya Andra Davizioso berada di puncak podium.

Rossi Dipecundangi di Sirkuit Andalannya

Seri ketujuh musim balap MotoGP 2017 yang diadakan di sirkuit Catalunya (Barcelona) pada Minggu (11/6/2017) jadi mimpi buruk Valentino Rossi lagi. Pasalnya, ia harus puas finish di posisi ke delapan. Tentu saja hal ini berbeda dengan rekan satu timnya Andra Davizioso yang berhasil berada di puncak podium.

Padahal sirkuit yang ada di negeri matador ini jadi sejarah bagi pebalap Italia tersebut. Rossi pernah berhasil mempecundangi semua pebalap Spanyol dan berhasil mendapatkan poin sempurna di Catalunya. Kekalahannya di sirkuit Catalunya diakui oleh dirinya karena memiliki banyak masalah pada sepeda motornya. "Kami kami sangat sedih pada akhir pekan ini, entah itu soal hasil maupun tentang balapan. Tentu saja ini salah satu trek favorit saya, dan kami berharap bisa melakukan balapan yang bagus, di mana tahun lalu saya menang di sini," ujar Rossi mengutip Crash.net, Minggu (11/6/2017).

"Bagi saya, sepeda motor lebih banyak understeer, di mana pada akhirnya, masalah utama adalah terkait traksi ban belakang, terutama pada sisi bagian kanan. Ini membuat saya harus melambat, setelah sepuluh lap saya merasakan masalah pada bagian tersebut," ucap Rossi.

Sirkuit Assen

Belanda juga punya sirkuit yang gak kalah dengan negara lainnya. Nama sirkuit tersebut adalah Assen. Letaknya di timur laut Belanda. Dibangun pada tahun 1955, sirkuit ini dikenal dengan sebutan The Cathedral di kalangan penggemar balap motor.

Dengan total lintasan sirkuit sepanjang 4,5 km, sirkuit ini jadi perhatian para pebalap MotoGP. Hal itu dikarenakan sirkuit ini punya trek lebar dengan tikungan yang sempit. Dengan 487 meter lintasan lurus terpanjang, para pembalap yang melaju di Assen akan menemukan enam tikungan kiri dan 12 tikungan ke kanan.

Mengaspal di Sirkuit Assen, para pembalap akan melewati tikungan dengan lambat namun berubah dengan cepat. Melewati aspal selebar 14 meter, pembalap harus menyelesaikan balapan selama 26 lap.

Rossi Rajai MotoGP Belanda

The Doctor membuktikan kepada dunia, jika di usianya yang sudah tidak lagi muda, ia masih bisa bersaing dengan para pebalap muda. Rossi berhasil naik podium juara MotoGP Belanda 2017 di Sirkuit Assen, Minggu (25/6/2017), jadi bukti terkini kehebatan pembalap Movistar Yamaha itu.

Sejak awal balapan MotoGP Belanda 2017, Rossi memang terlihat memiliki kecepatan yang bagus. Start apik membuat The Doctor langsung menempel pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco dan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez dari posisi ketiga.

Ketika mendapat peluang, satu per satu pembalap tersebut diasapi Rossi. Usai memimpin balapan sejak lap ke-12, ia hanya sebentar kehilangan posisinya. Podium juara pun diamankan pembalap berusia 38 tahun itu dengan keunggulan 0,063 detik atas Danilo Petrucci.

Sirkuit Sachsenring : Wilayah Kekuasaan Honda

Dibangun sejak tahun 1998, lintasan sepanjang 3,7 km ini jadi saksi pertarungan sengit antar pembalap di ajang MotoGP 2017. Seperti diketahui, sirkuit yang ada di Jerman ini sudah menggelar balapan sejak tahun 1927.

Namun perhelatan MotoGP Jerman sering berpindah lokasi dari Solitude, Hockenheim dan Nuerburgring. Baru pada 1998 Sirkuit Sachsenring selalu didaftarkan sebagai lokasi tetap dan di tempat inilah tim Honda kerap menunjukkan kualitasnya.

Marquez Juara, Lorenzo Babak Belur di Jerman

Sirkuit Sachsenring Jerman, jadi ajang pesta tim Repsol Honda. Pasalnya, Marc Marquez keluar sebagai juara di GP Jerman. Kemenangan ini tentu saja membuat Marquez memimpin klasemen sementara MotoGP musim 2017. Marc Marquez memimpin dari awal balapan.

Namun pembalap Repsol Honda ini ternyata tak bisa lama-lama memimpin balapan.Marquez mendapat perlawanan dari pembalap Monster Yamaha, Jonas Folger. Pembalap tuan rumah ini bahkan berhasil mengambil alih posisi pertama di lap keenam.

Dengan cerdik, Folger memanfaatkan sisi luar untuk menyalip Marquez yang sedang melaju kencang. Persaingan antara Folger dan Marquez pun memanas. Pada lap ke 11, Marquez tak menyia-nyiakan kesalahan menikung Folger. Pembalap asal Spanyol ini berhasil mengambil kembali posisi pertama.

Ducati di Ajang GP 2017

Motor besutan Italia ini mencuri perhatian di ajang MotoGP 2017. Bagaimana tidak, pebalap-pebalap dari Ducati mampu bersaing dengan tim Yamaha dan Honda. Kalau dulu tim Ducati berada di bawah bayang-bayang Yamaha dan Honda.

Kini mereka jadi salah satu dari tiga tim yang berjuang demi gelar juara dunia. Sejatinya, tanda-tanda kebangkitan Ducati sudah terlihat sejak MotoGP 2016. Kala itu, kedua pembalap utama mereka sama-sama meraih kemenangan. Andrea Iannone merebut podium juara pada MotoGP Austria.

Sedangkan Andrea Dovizioso bersinar di MotoGP Malaysia. Sekadar catatan, kala Iannone merebut podium juara, itu adalah kemenangan perdana Ducati sejak 2010 saat mereka masih diperkuat Casey Stoner. Tentu saja itu menjadi momen spesial bagi seluruh orang di Ducati.

Kini, meraih kemenangan atau setidaknya naik podium bukan sesuatu yang mustahil bagi Ducati. Dari delapan balapan, sudah enam podium yang dikoleksi Ducati, dua di antaranya kemenangan di Italia dan Catalan yang dipersembahkan Dovizioso.

Pada MotoGP Jerman 2017 di Sirkuit Sachsenring, besar kemungkinan Ducati bakal melanjutkan tren positifnya. Hal itu kembali terlihat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) dan kedua (FP2) pada Jumat (30/6/2017).

"Tahun ini Ducati telah membuat motor yang hebat, mereka selalu ada, mereka bisa terus menerus berada di depan di semua lintasan, kering dan basah. Akan sulit untuk mengalahkannya," ujar pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dikutip Tuttomotoriweb.

Komentar (1)

Fresh