Etika Yang Benar Dalam Mengkritik Orang | OPINI.id

Setiap orang pasti melakukan kesalahan, maka dari itu kita membutuhkan seseorang yang cukup berani untuk mengingatkan kita atas kesalahan kita, agar kita memperbaikinya menjadi lebih baik lagi. Orang tersebut harus cukup berani karena risiko mengoreksi seseorang bisa berdampak amarah atau tersinggung jika caranya tidak benar. Nah, berikut adalah tips mengoreksi atau mengkritik orang lain sesuai etika.

Pentingnya Kata 'Maaf' Dan 'Permisi'

Ketika kamu akan menyampaikan sesuatu yang kemungkinan besar akan menyinggung perasaan seseorang ataupun menyakiti hatinya karena berkaitan dengan kesalahan yang orang tersebut lakukan. Jadi, kamu jangan lupa untuk mengucapkan kata "maaf" dan "permisi" sebelum mulai berbicara selanjutnya. Karena hal ini akan mencairkan suasana, maka dari itulah disini pentingnya kata "maaf" dan "permisi".

Sampaikan Hal Baik Sebelum Mengkoreksinya

Hal yang penting untuk mencairkan suasana agar mengurangi resiko seseorang sakit hati adalah dengan menyampaikan hal-hal baik tentangnya terlebih dahulu. Penelitian menyebutkan bahwa pujian akan membuat orang lebih kuat untuk menerima kritik. Sementara ketika seseorang langsung menerima kritik, dibutuhkan enam pujian untuk menyembuhkannya dari luka hati karena satu kritik. Jadi, kalau kamu mau menyampaikan enam poin kritik ke orang lain, sampaikan dulu 36 pujian dulu ya baru lah mengkritiknya. Setidaknya puji dulu hal bagus darinya, sebelum mengoreksinya.

Tegas, Tetap Sopan Dan Lembut

Untuk di dengarkan seseorang ketika memberikan kritik, kamu perlu menyampaikannya dengan tegas, singkat dan padat. Tapi perlu diingat bahwa intonasi dan pemilihan bahasanya harus sopan dan lembut sehingga orang tersebut tidak menutup diri dari masukanmu. Dan satu hal lagi, jangan pernah melontarkan sindiran. Karena selain sindiran dapat mengakibatkan salah sasaran, itu justru membuat segala sesuatu semakin runyam.

Jangan Membandingkannya Dengan Orang Lain

Mengoreksi seseorang dengan membandingkannya dengan orang lain adalah cara yang HARUS dihindari. Seseorang akan cenderung membentengi diri mereka ketika seseorang tersebut dibandingkan dengan orang lain. Maka dari itu, apapun masukanmu dan sebagus apapun caramu menyampaikannya, jika kamu membandingkannya dengan orang lain, jangan harap orang tersebut akan mendengarkanmu.

Bantu Dia Dalam Proses Memperbaiki Kesalahannya

Dengan perbuatan kita membantu seseorang dalam memperbaiki kesalahannya akan membuktikan kepada orang tersebut bahwa kamu bukan "tong kosong nyaring bunyinya" yang hanya bisa berkomentar tetapi juga kamu mensolusikannya. Maka dari itu hal ini akan membuatnya semakin tergerak untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi dan mengurangi kemungkinan perasaan tersinggung padamu.

Sampaikan Secara Personal (Empat Mata)

Kecuali jika dia menyampaikan sesuatu yang salah berkaitan dengan ilmu atau materi yang dia sampaikan kepada orang banyak, jangan mengoreksinya di depan umum. Ilmu atau materi yang salah dapat berakibat buruk bila tersebar, itu memang harus segera dikoreksi. Namun, hal-hal teknis yang tidak berhubungan dengan materi seperti contoh dala, cara bicara atau berdirinya yang aneh, slide presentasinya jelek ataupun koneksi perangkatnya yang terlalu lemot itu sebaiknya disampaikan secara personal saja di belakang panggung, jangan di sampaikan ketika di depan orang banyak.

Jangan Lupa Ucapkan 'Terima Kasih' Padanya

Cukup dengan kata terima kasih saja, tidak perlu menyampaikan alasan. Ucapan "terima kasih" ini lebih kepada perasaan personal implisit yang menggambarkan bahwa kamu berterimakasih padanya karena telah meluangkan waktunya untuk mendengarkan kritikmu. Itu juga menunjukkan bahwa kamu berterimakasih padanya karena memberi kesempatan padamu untuk belajar dari kesalahannya. Setiap kesalahan pasti ada pembelajarannya, namun memang tidak semua orang bisa menangkap kesalahannya sendiri dengan mudah. Itulah gunanya saling membantu dalam mengingatkan.

Gimana nih kamu sudah pernah mencobanya ?
woiya dong udah sering
belum nih
547 votes

Komentar

Fresh