Ekstrem, Hewan Peliharaan Di Makan | OPINI.id

Di beberapa negara, konsumsi hewan peliharaan dianggap sebagai sesuatu yang tidak biasa, bahkan disebut sebagai kuliner ekstrem. Sampai menimbulkan gelombang protes pula. Misalnya festival kuliner Yulin di mana puluhan ribu anjing dan kucing disembelih setiap tahunnya. Berikut ini negara-negara yang menjadikan hewan peliharaan sebagai sumber protein hewani, dilansir dari Listverse.

Swiss - Anjing

Tak banyak yang tahu kalau warga Eropa juga gemar menyantap daging hewan peliharaan. Salah satunya adalah Swiss yang mengonsumsi daging anjing. Di negara tersebut, jual beli daging anjing telah diilegalkan. Tetapi tidak ada peraturan yang melarang warga Swiss untuk menyembelih dan menyantap anjing peliharaan sendiri. Jadi sampai sekarang konsumsi daging hewan cerdas tersebut masih marak. Sejumlah suku yang bermukim di sekitar Laut Arktik dan Antartika juga biasa menyembelih anjing peliharaan mereka saat persediaan bahan makanan menipis.

Korea - Anjing

Menurut data dari Korean Animal Rights Advocates (KARA), sekitar 780.000 hingga 1 juta anjing dikonsumsi di Korea Selatan setiap tahunnya. Angka itu dianggap lebih rendah, karena saat tahun-tahun sebelumnya tingkat konsumsi daging anjing di negeri ginseng mencapai 2,5 juta ekor. Di Korea, daging anjing disebut gaegogi. Sejarah konsumsi hewan karnivora tersebut bisa ditelusuri hingga periode Tiga Kerajaan Korea. Namun, dalam beberapa tahun terakhir tradisi menyantap daging anjing mulai ditinggalkan. Terutama oleh kaum muda Korea yang menganggap penyembelihan anjing sebagai tindakan tak etis. Mereka umumnya juga menganggap kebersihan daging anjing meragukan.

Kanada - Kuda

Di sebagian besar negara, kuda diternakkan untuk keperluan transportasi atau pun olahraga. Namun beberapa negara menganggap bahwa hewan-hewan gagah tersebut sebagai sumber makanan. Salah satunya adalah Kanada. Di tahun 2014 saja, sekitar 67.000 ekor kuda disembelih untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Walaupun begitu sebagian besar dikirim ke Uni Eropa, termasuk Belanda.

China - Anjing, Ular, Kura-Kura, Kucing, Kelinci

Festival kuliner Yulin menandai puncak konsumsi daging anjing di China. Lebih dari 10.000 ekor anjing dan kucing disantap dalam perayaan 10 hari yang dilangsungkan di Guangxi tersebut, menimbulkan reaksi keras dari seluruh pecinta binatang di berbagai negara. Pencurian kucing peliharaan dari rumah-rumah menjadi kejahatan yang marak sebab tingginya tingkat konsumsi. Setidaknya 4 juta kucing disantap di China setiap tahunnya. Negara ini juga menjadi eksportir daging kelinci terbesar di dunia. China juga memiliki tradisi menyantap daging ular dan penyu. Keduanya dianggap sebagai sajian mewah yang hanya disuguhkan di restoran. Konsumsi daging ular sudah berlangsung sejak abad 3. Dagingnya dianggap bisa menyembuhkan arthritis, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempercantik kulit. Sementara sup penyu dan kura-kura diyakini bisa menyehatkan ginjal dan menjadikan panjang umur.

Kongo - Monyet

Daging monyet disebut sebagai 'daging semak' di bagian Afrika bagian barat dan tengah. Di sana primata dengan inteligensi tinggi tersebut biasa diolah menjadi masakan. Di Republik Kongo, daging monyet disebut likaku dan biasa dijual di restoran maupun kedai pinggir jalan. Begitu banyak monyet diburu untuk memuaskan selera pecinta daging. Sampai beberapa spesies berada di ambang kepunahan. Salah satunya adalah subspesies Miss Waldron's red colobus.Selain monyet, gorila, bonobo, dan simpanse juga dijadikan bahan makanan.

Puerto Rico - Iguana

Iguana cukup populer sebagai santapan di El Salvador, Meksiko, dan Puerto Rico. Reptil ini juga biasa berkeliaran di jalanan dan hutan Puerto Rico, di mana mereka pertama kali diperkenalkan sebagai hewan peliharaan pada tahun 1970-an. Hewan ini lantas masuk ke alam liar berkembang biak dengan pesatnya hingga melampaui jumlah populasi manusia. Karena itulah warga Puerto Rico memutuskan untuk menjadikan iguana santapan. Dengan begitu populasi hewan tersebut tetap terkendali. Lagipula rasa dagingnya dikatakan cukup lezat. Mirip daging ayam, tetapi lebih enak.

Amerika Serikat - Penyu

Sup penyu sangat populer di Amerika Serikat pada tahun 1860-an hingga 1960-an. Daging hewan bertempurung itu bahkan disajikan pada pelantikan kedua Presiden Abraham Lincoln di tahun 1865. Presiden William Howard Taft sangat menyukai sup penyu sehingga dia memilih koki Gedung Putih berdasarkan kemampuannya untuk membuat masakan tersebut. Di Selatan, kaum berada mengadakan pesta sup kura-kura yang disebut turtle frolic. Pendeknya popularitas sup penyu menjadikan hindangan ini sangat mahal. Di Arkansas, sekitar 600.000 penyu dibunuh untuk konsumsi manusia antara tahun 2004 dan 2006. Lebih dari 106.000 kilogram penyu juga dipanen di Iowa pada tahun 2007. Ini menciptakan masalah besar, karena tingkat eksploitasi tidak diimbangi dengan jumlah penyu yang terus menurun. Beberapa spesies yang dilindungi seperti Macrochelys temmickii juga ikut terancam punah.

Jepang - Kuda

Di Jepang kita bisa menemukan es krim dengan campuran daging ular atau buaya. Sashimi dari daging katak pun ada. Tetapi makanan-makanan tersebut sebenarnya juga masih tergolong ekstrim bagi sebagian besar warga. Daging hewan peliharaan yang justru cukup populer sebagai sumber pangan adalah kuda. Dagingnya umum diolah menjadi kuliner tradisional yang disebut basashi. Biasanya disajikan dalam keadaan mentah seperti sashimi.

Vietnam - kucing

Daging kucing menjadi santapan di Vietnam, China, dan Australia. Meskipun ilegal, hewan ini dianggap sebagai makanan lezat di Vietnam. Di sana mereka menyebut kucing sebagai 'harimau cilik'. Untuk mengolah kucing menjadi masakan, biasanya hewan ini ditenggelamkan terlebih dahulu. Setelah itu dikuliti, dipanggang, dan dibumbui. Kemudian disajikan dalam keadaan terpotong-potong dan disantap ditemani sebotol bir. Permintaan daging kucing di Vietnam begitu tinggi, sampai-sampai banyak kucing peliharaan di rumah-rumah di Thailand dan Laos yang dicuri untuk memenuhi kebutuhan. Di Vietnam sendiri sangat sulit untuk menemukan kucing berkeliaran di jalan. Pasalnya para pemilik kucing lebih memilih untuk mengurung peliharaan mereka di dalam rumah.

Indonesia - Kelinci, Ular, Anjing, Kuda

Di beberapa daerah di Indonesia, ular merupakan hewan yang biasa dikonsumsi. Meskipun harus diakui jumlahnya tidak begitu banyak dan masih dianggap tabu oleh beberapa kebudayaan di tanah air. Sementara itu, konsumsi kelinci lebih dimaklumi. Bahkan industri peternakan kelinci untuk bahan makanan berkembang cukup pesat. Di daerah-daerah yang berhawa sejuk, sate kelinci merupakan salah satu jajanan kakilima yang mudah ditemui. Biasanya disajikan dalam irisan-riisan kecil bersama saus kacang dan lontong. Kuda, anjing, dan kucing juga bisa ditemukan dalam khazanah kuliner nusantara. Namun lagi-lagi ketiganya dipandang sebagai kuliner ekstrim. Bukan makanan yang biasa disantap oleh mayoritas warga. Demikian negara-negara yang mengonsumsi hewan peliharaan sebagai bahan makanan.

Gimana nih apakah kamu ingin mencoba memakan makanan ekstrim tersebut ?
mungkin nanti dicoba
uuh enggak deh
69 votes

Komentar

Fresh