65 Bendungan - 5 Tahun | OPINI.id

Pemerintah di era Jokowi mentargetkan 65 bendungan dalam lima tahun kedepan.

65 Bendungan Dalam 5 Tahun Kepemimpinan Jokowi

Jakarta, Presiden Joko Widodo dalam akun instagramnya berbagi cerita mengenai pentingnya pembangunan bendungan di Indonesia, Beliau mengatakan ini akan dapat mengatasi kekeringan dan kemarau panjang. Dengan adanya bendungan akan menjamin ketersediaan air baku, persediaan air ini adalah salah satu kunci ketahanan pangan di Indonesia. "Tidak akan mungkin jadi bangsa yang berdaulat di bidang pangan, kalau jumlah bendungan dan saluran irigasi yang mengaliri lahan-lahan pertanian kita di seluruh penjuru tanah air sangat terbatas," kata Jokowi. Dalam video yang diunggahnya Presiden juga mengatakan dengan adanya bendungan ini, para petani mengaku bisa panen dua kali dalam setahun, ini dikarenakan adanya ketersediaan air baku yang bisa mereka manfaatkan untuk mengairi sawah dan lahannya. ''Kalau dulu nggak ada waduk itu, satu tahun hanya nanam padi sekali. Kalau sekarang ada irigasi, sudah bisa dua kali,'' sambung Presiden. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rencana strategisnya kembali mentargetkan 65 bendungan dalam lima tahun, yaitu terdiri dari 16 proyek lama dan 49 proyek baru. Pembangunan bendungan sendiri dilakukan dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan. Dengan dibangunnya 65 bendungan tersebut maka ketersediaan tampungan air di Indonesia akan meningkat menjadi 19,1 miliar meter kubik dari sebelumnya yang hanya 12,6 miliar meter kubik yang berasal dari 230 bendungan yang ada saat ini. Penambahan volume air yang bisa ditampung akan memberi pengaruh terhadap luasan areal irigasi yang diairi. Saat ini dari 7,1 juta hektar sawah, 760.000 hektar sawah atau 10,5 persen dari irigasi yang sumber air dari bendungan, sementara sisanya masih berasal dari air non bendungan seperti tadah hujan maupun bendung saja. Dengan selesainya 65 bendungan tersebut, luasan sawah yang mendapat air dari bendungan bertambah 173.000 hektar atau secara total menjadi 933.000 hektar atau 13,5 persen yang bersumber dari air bendungan. Dengan sumber air dari bendungan, maka kebutuhan air pertanian diharapkan bisa terpenuhi sepanjang tahun. Dibutuhkan waktu tiga sampai empat tahun, belum lagi waktu untuk melakukan pengisian air ke bendungan hingga mencapai kapasitas optimalnya. Hal ini membuat dari 65 bendungan yang dibangun, ditargetkan akan ada 29 bendungan yang selesai pada 2019 dan akan selesai seluruhnya pada 2022.

Komentar

Fresh